Mereka sedang menantimu, mengenakan toga dan jubah tanda kamu sudah sarjana. Walaupun mereka tak pernah memintamu untuk segera, tapi dalam diam dan setiap doa mereka selalu terselip namamu, nama anak mereka yang mereka nantikan kelulusannya. Usia mereka semakin tua , tenaga mereka pun tak lagi sekuat dulu, mereka menunggumu mengantikan posisi mereka sebagi tulang punggung dalam keluarga, ingatlah juga adik-adik mu dirumah, perjalanan mereka pun butuh bimbinganmu.

Laksana Surgaku

Boleh gak sih gue galau?..huheheh 😀
Tapi asli gue lagi suka sama lagu ini..kata temen2 Aksi sih gue galau,padahal gue cuma lagi seneng ajah sama lagunya,Asik 😀 bukan berarti meresapi maksd dari lagu nya lho 😀 dan kebetulan cord gitarnya juga gak terlalu susah, tambah dah gue sukanya sambil gitaran di asrama.. 😀

Laksana Surgaku

hari ini kau pergi
meninggalkan diriku
semua begitu saja
terjadi dan takkan kembali
sungguh ku tak berdaya
jika harus tanpamu
menghabiskan waktuku jelajahi dunia

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
segala rasa cinta suci
yang tulus di dalam batinku
tiada yang mampu gantikan
titahmu dihatiku
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

haruskahku berpasrah
hadapi semua ini
mencoba memulainya
kembali dengan harap pasti
namun kadang raguku
mengusik rinai hati
membawa kebimbangan
dengan arah tak pasti

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
segala rasa cinta suci
yang tulus di dalam batinku
tiada yang mampu gantikan
titahmu dihatiku
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

adakah di benakmu
seberkas celah rasa
meskipun semu semata
ringankan kesedihan

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
segala rasa cinta suci
yang tulus di dalam batinku
tiada yang mampu gantikan
titahmu dihatiku
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

Saat Rakyat Kecewa Apa yang terjadi?

1146497_729992343704988_5410105421494851958_n

BILA RAKYAT KECEWA

Tahun 98 itu,
Presiden pergi ke luar negeri
Aktivis dan Rakyat turun berdemonstrasi
Rakyat bergerak turun di jalan-jalan
Bangsa Indonesia MARAH
Rakyat kecewa dan hilang kepercayaan
Presiden dan DPR
Tidak bisa mengatasi krisis dan berbagai problem yang melanda negeri ini
Maka Gerakan Reformasipun , terjadi

Saat ini,
Presiden pergi ke luar negeri
Aktivis dan Rakyat turun berdemonstrasi
Bangsa Indonesia MARAH
Rakyat kecewa dan hilang kepercayaan
Presiden dan DPR menghianati keinginan rakyat
Merampas kedaulatan rakyat mengamputasi demokrasi
Tanda-tanda apakah ini,
Reformasi jilid II hendak terjadi …?

“BUBARKAN DPR”

Pasca disahkannya UU Pilkada Jumat dinihari, sebuah tulisan terpampang di pintu gerbang gedung Dewan Perwakilan rakyat (DPR RI) Jln. Gatot Subroto Jakarta. Tulisan itu berbunyi “DIJUAL OBRAL RUMAH RAKYAT & WAKIL RAKYAT TANPA PERANTARA”. Tulisan ini merupakan sindiran tajam bahkan refleksi dari ketidaksukaan dan kemuakan publik terhadap lembaga itu yang sama sekali tidak mampu menangkap aspirasi dan keinginan rakyat secara sungguh-sungguh, bahkan cenderung mengabaikan dan memanipulasinya secara terang terangan. UU Pilkada yang memberi mandat kepada DPRD untuk menetapkan kepala daerah, baik Gubernur, Bupati atau Walikota, yang dianggap telah merampas hak-hak rakyat dalam menentukan pemimpinnya (Gubernur, Bupati dan Walikota) seperti yang telah berjalan selama 9 tahun terakhir ini.
Lunturnya kepercarcayaan publik terhadap wakil rakyat tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejak lima dekade terakhir rakyat diberbagai negara di dunia mempertanyakan dan menggugat wakil-wakilnya karena fakta yang terjadi, sikap sikap wakil rakyat yang secara gamblang telah “memperdagangkan” mandat yang diberikan rakyat kepadanya untuk kepentingan kelompok dan pribadi, dan menjadikan kekuasaan negara sebagai layaknya komoditi bisnis yang sangat mudah diperjualbelikan sebagaimana layaknya komoditi sehingga menguntungkan pemilik uang. Sementara institusi negara tidak lagi berfungsi seperti amanat konstitusi.
Sistem wakil rakyat dan institusi parlemen (DPR/DPD/DPRD) sudah berumur lebih dari 100 tahun diberbagai negara, merupakan turunan dari konsep trias politika, yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem negara demokrasi/kerajaan, dalam praktek bernegara diberbagai negara mengikuti dua mazhab besar, yaitu yang mengikuti sistem parlemen Inggris, menempatkan kedaulatan tertinggi berada ditangan parlemen (parlementary sovereignity), dan mazhab kedua adalah yang dianut AS menempatkan Mahkamah Agung sebagai pemegang kedaulatan tertinggi (supreme court sovereignity). Ada juga negara yang menggabungkan dua mazhab ini dalam praktek bernegara. Bisa diartikan kedaulatan rakyat melalui wakil rakyat sudah berpindah menjadi kedaulatan parlemen dan kedaulatan Mahkamah Agung, dalam praktek bernegara, sehingga pemilik uang atau korporasi dengan mudah dapat menyelewengkan fungsi lembaga politik hanya untuk berbagai kepentingan.
Coba kita simak Mukadimah UUD 1945 yang berintikan tujuan negara didirikan dan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar bernegara. Sila ke empat menyatakan KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN. Bisa diartikan negara menghendaki agar rakyat menggunakan kedaulatan tertinggi yang dimilikinya untuk bermusyawarah menyelesaikan masalah apapun. Kalau tidak tercapai kesepakatan dapat melakukan jalan lain misalnya voting. Ini juga bisa berarti bahwa rakyat dapat menunjuk wakilnya atau tidak menunjuk wakilnya untuk mengurus kepentingan rakyat
Seorang filosof Cina hampir 3000 tahun lalu mengingatkan semakin banyak aturan dibuat oleh penyelenggara negara, justru kian memiskinkan rakyatnya, karena melalui aturan yang rumit dan berbelit-belit itu dimanfaatkan oleh pejabat negara atau politisi untuk melakukan penyimpangan dan korupsi mencuri kekayaan negara lebih banyak. Sebaliknya semakin sederhana dan transparan aturan serta konsistensi implementasinya dalam sistem pemerintahan justru semakin menguntungkan rakyat.
Faktor-faktor domestik berdasarkan pelajaran dari bangsa-bangsa maju di dunia, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh 4 hal utama yaitu: pertama produktifitas tinggi masyarakatnya (pekerja keras, punya integritas dan cerdas) hasil pendidikan kelas dunia; kedua produktifitas tinggi penyelenggara negara hasil saringan sistem kepartaian, sistem pemilu, sistem tata kelola negara yg terbaik; ketiga dukungan rakyat karena rakyat dilibatkan dalam proses perencanaan awal dan pemerintahan amanah; keempat adalah keberpihakan nasional yaitu memprioritaskan kekayaan ekonomi dan sumber daya nasional untuk membangun kemandirian & daya saing global terlebih dahulu, dilanjutkan dengan strategi global negara. Sayangnya keempat faktor strategis diatas tidak dimiliki oleh Indonesia.
Faktor Globalisasi bahwa imperialisme modern saat ini merupakan perwujudan imperialisme klasik sejak abad 16 untuk terus menguasai sumber-sumber ekonomi negara-negara lemah. Disektor migas misalnya, perang Timur Tengah yang sudah berlangsung puluhan tahun merupakan manifestasi kelanjutan imperialisme modern yang menggunakan senjata baru: globalisasi, liberalisasi, demokratisasi, perdagangan bebas dan HAM dengan pemahaman barat secara sepihak. Bagaimana rakyat membentengi diri dari cengkeraman koruptif partai politik dan imperialisme modern agar fungsi negara tidak diselewengkan ?
Ini hanya sebuah pengantar gagasan awal dan mari kita diskusi. Bila DPR di bubarkan, siapa yang berhak membubarkan DPR ? Bagaimana mekanisme konstitusi rakyat memanfaatkan kedaulatannya secara effektif ? Apakah ada sistem negara alternatif atau konstitusi yang lebih sederhana (Konstitusi Minimalis) dan tidak lagi menggunakan sistem perwakilan ?
Salam

Untukmu…

Apakabarmu sayang, apakabar dengan hati yang sudah kita sepakati…? sepakat untuk memulai dan berteman dengan jarak, sepakat untuk saling mengenal menuju yang lebih baik. Kamu tak perlu sepenuhnya melupakan masalalumu, rapikan saja kenanganmu. Kau yang lebih tahu, sebagian kenangan yang pantas kamu bagi untukku dan sebagian kenangan yang harus kamu simpan sendiri. Bagaimana kamu ingin bersama seseorang menuju masa depan, sedang masalalumu saja masih selalu kau rawat dan tak bisa kau tinggalkan (sepenuhnya). Kadang untuk menceritakan kenangan itu perlu kehati-hatian sebab bisa saja yang kamu ceritakan melukai perasaan seseorang yang kini benar-benar ingin bersamamu.

Sementara aku, telah sepakat dengan diriku sendiri untuk benar-benar melupakan masalalu dan menyimpan rapi kenangan dan semua perihal orang-orang yang dekat denganku. Dengan cara sekadar saja untuk tak lagi menjalin komunikasi dengan mereka. Sekalipun tak ada persaan yang lebih, tapi aku tak ingin mengulang dan menyakiti persaan orang yang kini aku cintai. Aku sudah memulainya denganmu, mencintai dengan proses yang panjang. Jika setelah pertemuan kita esok – kau berubah fikiran untuk tak lagi melanjutkan, mungkin aku bisa saja terima dengan lapang dada. Tapi perlu kau ingat, cinta bukan sekadar unjuk kebolehan. Hakikatnya cinta tumbuh bukan karena sering, bukan karena ingin atau karena fisik belaka. Cinta tumbuh dan hadir dengan kesempatan yang diberikan berulang.

Dan jika pada akhirnya kau bisa terima apapun tentang masa lalumu sendiri maka mulai saat ini kubur dalam-dalam, lupakan dan hentikan untuk tak lagi membuka dan mencoba mengulang kenangan, berjalanlah kedepan, berdirilah disampingku untuk melanjutkan perjalanan yang lebih baik. Begitu juga denganku, segala kekuranganmu, segala kekuranganku bisa menjadi dasar, ada cinta diantara kita. Itu saja yang kuingin darimu. Jika ada sesuatu yang kau ingin dariku, sampaikanlah agar aku bisa juga untuk sefera dan selalu ada disampingmu. Ini mungkin saja bukan cinta, juga mungkin bukan rasa. Tapi apa yang ku-punya hari ini, apa yang aku beri padamu adalah kepingan-kepingan yang ingin kususun bersama denganmu dimasa depan. Aku ingin, semoga kaupun demikian. Terimakasih atas waktu dan kesempatan yang kamu berikan padaku. Kelak kita bisa sama-sama belajar untuk terus belajar disepanjang perjalan kita demi mengabadikan kita.

Finding Husband

Hari ini adalah 9 hari pernikahan gue… hahaha bayangin aja gue yang urakan kayak gini ternyata dapet suami yang macho (bukan mantan cowok ataupun mantan copet). Subhanallah bangetz… Solehnya dan pengertiannya, gak da yang nandingin deh.
Berhubung status gue yang masih mahasiswa tingkat akhir di kota hujan, so….mesti relain dah berpisah sama akang untuk satu minggu. Ya selain gue lagi nyelesein tugas akhir, akang yang seorang jurnalis juga mesti ngejar berita tentang kunjungan Presiden negaraku tercinta Indonesia ke negaranya David Bekam… eh Becham ding! Kita berdua mesti sabar, baruuuu aja nikah dua hari udah kepisah jarak dan waktuuuuu …. yaelah lebai.
Tapi well, akhirnya hari itupun berakhir. Hari ini yayangku pulang dari London. Dan yang paling so sweeeeet… Akang pengertian banget. Tahu gue lagi riweuh dia gak mau gue jemput di Bandara, doi bilang “jemput aja akang di stasiun bogor”. Akang ni sebenernya bukan orang sunda, doi orang Sulawesi, orang Bugis tepatnya. Gue yang orang sunda dengan spontan saat hari pertama kita nikah, dia gue panggil akang. Mulanya dia ketawa karena belum ada yang pernah panggil dia gitu. Tapi apapun akan akang lakukan demi kebahagian gue, istri tercintanya hehehe…
Kita sebelumnya gak pernah kenal dan baru ketemu 5 kali, pertama saat MR gue dan MR nya mempertemukan kami di sebuah mesjid di Kota Bogor, kedua saat dia datang melamar ke rumah, ketiga saat akad nikah, keempat dan kelima yaitu dua hari setelah pernikahan. Hahahaha kocak. Dia usianya emang lebih tua dari gue sih, mmmm…. kalo gak salah 10 tahun. So, gak kaget deh dia suka perhatian.
Tapi lemotnya gue, gue istri yang kagak guna. Selama doi pergi dan gue sibuk sama tugas akhir, gue lupa nyimpen fotonya dia, semua foto pernikahan pun ketinggalan di kampung. Helloooo ni zaman udah modern kaleee, iye tapi gue ubek-ubek Fb dan twitternya doi, tetep aja gue gak nemuin fotonya. Maklum orangnya juga gak narsis, so yang banyak di FB nya hanyalah foto-foto liputannya.
Dengan berbekal memiliki no Hp nya, gue yakin pasti bisa ngenalin wajah teduh suami gue. Bismillah…
Hari ini gue beda dari biasanya, hahaha temen-temen kemaren ngajarin gue dandan, so hari ini gue dandan abis-abisan tapi gak menor juga. Ya…. melaksanakan sunnah Rasul lah kawan. Di angkot, gue udah senyam-senyum serta dag-dig-dug serrr mau ketemu yayang. Tiba-tiba ada sms mampir ke HP….Taraaaa!!! Gue buka inbox ternyata dari akang.
“Yang, aku masih dikereta nih, baru di stasiun Cilebut. Maaf ya kalau kamu udah di stasiun ^^”
Waduh gimana nih, gue lagi kejebak macet sekarang, masih dalam angkot kadal (kampus dalam) pula. Harus cepet-cepet bales sms dan minta maaf nih. And Whaaaaaaaaaaaaaat… Hp gue mati,,,, Ya Karim gue lupa nge-charger Hp semalam. Mampus dah gue…
Satu jam kemudian gue tiba di stasiun, ngos-ngosan karena lari-lari mencari akang, tapi gue bener-bener lupa sama wajah suami gue, terus Hp gue juga mati. Ya Allah…berharap suami gue nyapa duluan gitu atau ngeliat duluan….
Ya Allah gimana nih, gue tengok kanan tengok kiri di stasiun tidak ada tanda-tanda kehidupan akang, hehehe …
Sekitar tiga puluh menit gue di stasiun, dan sampai saat itu pun gue gak nemuin suami gue. Ya iyalah orang lupa. Gue duduk lunglai di kursi stasiun, dan mulai putus asa. Malu rasanya dengan kebegoan gue yang lemot nginget wajah orang, suami sendiri lagi. Kan kalau gue bilang ke orang atau polisi, gue pasti bakal diketawain, masa gitu penganten baru lupa muka pasangannya.
Tepat disamping gue ada seorang cowok yang lagi tidur sambil memegang dua buah teh kotak yang bikin gue ngiler. Hehehe karena gue suka banget minum teh kotak. Ni orang tidur anteng banget, pake headset trus tidur di tengah-tengah keramaian kayak gini. Gue jadi inget diri gue sendiri yang mudah ngantuk juga di tempat mana pun. Sejenak gue liatin… nih orang jangan-jangan si akang, tapi tetep aja ngebleng di otak, gue kucek-kucek mata, tetep aja gak kebayang wajah akang.
Tiba-tiba aja orang samping gue terbangun, dia kaget melihat gue dan tersenyum manis getooo. Gue yang malu karena kepergok lagi ngepoin orang langsung minta maaf.
“maaf, maaf… maaf ya, maaf saya gak sopan. Saya lagi cari orang soalnya, saya kira mas orang yang saya cari….” gue minta maaf dengan membrondong kata maaf sama tuh cowok.
Tuh cowok malah mengernyitkan dahinya, dan langsung tersenyum ramah.
“Iya mbak gapapa. Emang mbak lagi nyari siapa?” Tanyanya, yeee ni orang malah yang ngepoin gue.
“su…eh…. orang yang baru pulang dari London” aduh hampir aja keceplosan, bisa diketawain gue kalau gue lagi nyari suami gue sendiri di stasiun.
“saudara mbak?” dia balik nanya.
“Hehehe, aduh mas susah saya ungkapkan dengan kata-kata” ngelesssss yang pinter biar gak keliatan bloon.
“Oh…”
“Eh nih saya punya teh kotak, mbak mau?” tiba-tiba banget nih orang nawarin teh kotak yang gue sukai, tapi gue inget pesan nyokap katanya kalau di tempat umum jangan gampang nerima makanan atau minuman dari orang yang gak kita kenal, tahu-tahu itu udah dikasih obat bius atau semacamnya, trus gue ntar pingsan dan gue dirampok ma orang itu, atau gue diculik….haaaaah My God jangan dong gue kan belum ketemu akang, masa ntar tragis banget di koran “Seorang Istri Jurnalis, mati mengenaskan di Stasiun” waaaaah gak banget… imajinasi gue yang terlalu ngalir kadang juga lebai. Sebisa mungkin gue tolak dengan halus tanpa menyinggung masnya.
“mmmm makasih mas, saya lagi gak haus. Silahkan buat mas saja” tak lupa tersenyum manis agar masnya gak tersungging eh tersinggung.
“mbak gak coba menghubungi orang yang mbak cari, siapa tahu saja ternyata orang yang mbak cari sudah pulang”
OMG. Iya juga ya, karena akang kelamaan nunggu, akang pulang duluan gitu ke rumah, mungkin aja kan, lagian gue kan gak bisa dihubungi karena Hp lagi mati.
“mbak… mbak….” cowok itu mengibaskan tangannya ke depan muka gue yang lagi bengong.
“Eh iya mas…”
“mbak, sudah coba hubungi belum orang yang mbak cari?” tanyanya lagi padaku
“mmmm…Hp saya mati jadi gak bisa hubungi dia”
Cowok itu membuka ransel, mengambil Hp dan menyodorkannya pada gue. “Nih mbak, saya pinjamkan Hp saya. Mbak hafal nomor Hp orang yang mbak cari gak?
Nomor HP…. Ahaaa!!! Aku ingat nomor Hp akang, maklum karena kurang kerjaan kalau ngelamun, ya ngafalin nomor Hpnya.
“Oh iya, saya hafal nomor Hpnya”
“berapa mbak nomor Hpnya biar saya ketikin”
Ya ampun nih cowok, mau ketikin segala, dipikirnya gue kagak bisa apa ngetik sendiri…
“0812xxxxxxxx”
Dia memberikan Hpnya…
“Nomor yang anda hubungi sedang sibuk” yaaaa sibuk… tambah lemes deh
“Nih mas, terima kasih. Orangnya gak bisa saya hubungi”
Saat melihat Hp ni cowok gue jadi inget sesuatu….
“Oh iya, Hp mas setipe sama Hp saya deh. Mas bawa chargeran Hp gak?” Ngarep banget gue…
“Bawa mbak. Boleh, silahkan mbak pinjam.” Dia kembali mengambil barang dari ranselnya dan memberikan chargeran Hpnya.
Tanpa pikir panjang gue langsung tengok kiri-kanan mencari sumber listrik.
“Mas, saya pinjam bentar ya chargerannya. Mas masih lamakan disini?”
Cowok itu tersenyum dan mengacungkan jempolnya, tanda iya.
Gue langsung lari mencari sumber listrik di stasiun ini, daaaaaaan akhirnya gue dapet colokan sumber listrik di sebuah warung penjual donat alias “Dunkin Donuts”.
Ckckckck, seumur hidup baru ke dunkin donuts Cuma buat nyarjer Hp. Tanpa pikir panjang gue langsung colokin tuh chargeran ke colokan, setelah satu menit gue hidupin Hp.
Waaaaaa…. banyak banget SMS yang membrendel Hp gue dari dua nomor. Nomor akang dan nomor operator yang mengabarkan bahwa gue barusan dihubungi oleh nomor akang. Huhuhu akang maafin istrimu yang dodol ini, pasti akang sekarang juga lagi bingung nyariin….
Segera gue telpon suami gue tercinta.
“Tuuuuuuut…. Asalamualaikum” suara ngebass suami gue terdengar. Haduh gue makin merasa bersalah.
“Walaikumsalam, akaaang……” gue gak bisa meneruskan kata-kata gue karena malu.
“Halo… Ria sayang, kamu dimana dek?”
“akang aku…. aku…. akang dimana??? Maafin aku kang ….” nangis bombai gue karena merasa berdosa membuat suami gue menunggu.
“Dek, kamu kenapa nangis? Akang masih di satsiun nih, nungguin adek”
Haaaaaaah….. OMG ternyata akang masih ada di stasiun. Gue langsung nyari sesosok cowok yang lagi nelpon diluar Dunkin Donuts… aduuuuuh terlalu banyak orang di sini.
“akaaaaang… akang maafin aku, akang dimana? Aku segera jemput akang nih”
“Tut tut tut tut” bunyi Hp dimatikan. Huaaaaaa jangan-jangan akang marah, jadi matiin Hpnya. Gue lemes tak berdaya, dan menutup wajah dengan kedua tangan.
Tiba-tiba sebuah teh kotak disodorkan ke samping gue.
Gue kesel amat nih sama pelayan dunkin donuts, gak tahu apa orang lagi sedih.
“Maaf mbak saya gak pesen teh kotak” jawab gue ketus.
Kok pelayannya diem. Gue menoleh kepada orang yang memberikan gue teh kotak, eh ternyata bukan pelayan tapi cowok yang gue pinjem chargerannya. Mungkin dia mau ambil chargerannya kali ya.
“Eh mas maaf, ini chargerannya mau diambil ya” gue langsung mencabut chargeran dari colokan sumber listrik dan menggulungnya.
“Akang ada di depan kamu sayang….”
Whaaaaaat !!!! ni orang berani banget…. eh tapi tunggu maksudnya apa, gue mengernyitkan dahi bingung dengan apa yang dikatakan cowok pemilik chargeran.
“Maksud lo?” dengan spontan gue nanya. Dia mengernyitkan dahinya.
“Maria Ulfa, ini akang. Pria yang nikahin Ria sembilan hari yang lalu” jawabannya mantap sambil tersenyum.
Gue melongo dan salting, sumpah gue masih gak percaya, apa iya cowok depan gue akang. Parah bangeeeeeeeeeeet.
“Hari ini akang masih maafin kamu karena kamu lupa wajah akang, tapi satu hal yang harus kamu inget….. Insya Allah akang gak akan lupa sama wajah polos istri akang tersayang hehehehe”
Air mata gue berderai tak tertahan… gue bener-bener malu, jadi selama beberapa menit yang lalu gue kelihatan banget begonya depan suami gue sendiri.
“Diminum Teh Kotaknya, waktu akang baca CV kamu, katanya minuman kesukaan kamu teh kotak kan?”
Huaaaaaaaaaa… tambah malu gue, bisa inget apa yang jadi kesukaan gue, sedangkan gue sama wajah suami gue sendiri aja lupa.
“Akang…. aku…” pipiku memerah seketika menahan malu.
“Sebelum pulang kita makan donat dulu ya disini” tangan akang mencubit pipi merahku.
Disadur dari kisah nyata
Herlin Herliansah

Nah! Ini Dia!!

Bila berbicara itu salah lantas apakah diam itu solusi, bila bergerak itu sulit lantas berdiam bukanlah pilihan yang tepat. Menurutku semua masih menurut pemikiran dan perasaanku ya, mungkin tak butuh teori tuk menjelaskan ini dan itu tapi lagi dan lagi ketika bicara tak lagi bermakna ketika sapa tak lagi bernilai lantas hal apakah yang pantas tuk dilakukan. Benci dan cinta itu tipis harapan dan kekecewaan pun tak jauh berbeda bila salah bergantung memang akan berujung pada ketidakbenaran kenyataan dan impian.Mungkin hanya butuh niat yang lebih jernih, mungkin hanya butuh semangat yang tak kan terputus atau mungkin aku yang tengah merasakan jengah dan lelah, entah lah kadang semua tak butuh penjelasan karena tanpa kata pun, semua sudah bisa terbaca terdengar dan terasa.
Periang bukan berarti tak pernah bersedih, tegar bukan berarti tak pernah lemah, dan sabar bukan berarti selalu menahan emosi.

Pilihan, pilihan..Benar, salah, bolehkah, dilarangkah, berdosakah, manfaatkah, atau justru hanya sampah.Cukup, cukup, saatnya berjalan dan berlari sejauh impian dan harapan dan doa yang terlantun.
Tak ingin berhenti sia-sia, terus berjuang menapaki jalan juang yang penuh onak duri tapi ku yakin kan ada kebahagiaan hakiki disana sebagaimana janjiNya yang tak pernah mengingkari janji.