Buku Pengunjung

RIA

“Assalamualaikum…”
Selamat Datang dan Salam kenal dari Saya yang Sederhana dan biasa namun berusaha menjadi insan yang Luarbiasa dan lebih baik di mata Manusia dan Tuhan-Nya. Selamat Datang di Jebdela Rindu yang menyimpan segala goresan goresan yang tak terduga namun tetap menjadi cerita, Terimkasih untuk Kunjungannya 🙂

Tak kenal maka ta’aruf 🙂

Menyapa

Assalmualaikum saudara2ku…
Apa kabar semuanyaa?…

Hampir 1/2 tahun blog ini tak ada tulisan, pasalnya pasword dan email blog ini tak bisa di gunakan, lupa lebih tepatnya 😁 Aktivitas blog lumpuh dan tak berpenghuni..

Semoga dengan kembali aktifnya blog ini saya bisa silaturrahim kembali dengan penghuni blog yang lain…
Ramadhan penuh berkah semoga terjaga selalu silaturrahimnya yaa…

Prihal twitter

Ada jeritan seorang following
“Teh meuni pelit pisan, urang teh follow teteh geus saminggu teu follback follback, geus loba followerna kabiasaan teu follback nya teh, eta followers 1.332 following 391”

Waduh lagi lagi di protes, padahal bukan maksd pelit follback, hanya saja twitter saya kalau ada yang follow gak ada notif yang masuk, kecuali mention baru masuk, maknnya gak tau siapa ajah yang follow.

Kadang hal kecil yang terjadi di media sosial akan lebih besar dampaknya meski mereka hanya jadi penonton, kenapa?.. Ya karna mereka menilai dari apa yang mereka liat, tapi bukan apa yang mereka tau alasannya. Berusaha lebih bijak dalam memandang sebuah anggapan orang lain 🙂

#JanganLupaBahagia
#JanganLupaBersyukur
#JanganLupaSenyum

Keteguhan Hati Seorang Istri

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar, seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk di sampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu,
“Anty sudah menikah…?”
“Belum mbak”, jawabku.
Kemudian akhwat itu bertanya lagi, “Kenapa…?”
Hanya bisa ku jawab dengan senyuman… ingin kujawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa…?”, aku mencoba bertanya.
“Nunggu suami”, jawabnya. Aku melihat ke samping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini…?
Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,
“Mbak kerja di mana…?”, entahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah, 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi…” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“Kenapa…?”, tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab, “Karena inilah cara, satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami…!”, jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya…? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.
Ukhty, boleh saya cerita sedikit…? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “Abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat Isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang mencucinya kalo bukan suami saya…?

Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini…? Bukankah abi juga pusing tadi malam…? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk di luar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang diusapnya.
“Anty tau berapa gaji suami saya…? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 ribu/bulan. 10 x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata “Umi… ini ada titipan rezeki dari Allah. Diambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan umi ridho”, begitu katanya.

Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya, “Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.”, lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia…? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan. “Kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar.

Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantu pun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“Anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud di malam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.

Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Dia mengambil tas laptopnya.. bergegas ingin meninggalkannku.

Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah…. Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.

3 Pertanyaan Pemuda Shalih

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang pemuda shalih yang sedang mencari calon pendamping hidupnya. Meskipun belum diketahui pasti apakah ini kisah nyata atau fiktif, namun semoga pelajaran yang terkandung di dalamnya dapat bermanfaat bagi para muslimah terutama yang belum menikah. Semoga kisah ini dapat menginspirasi dan menjadi renungan bagi para muslimah untuk selalu memperbaiki diri.

Ada seorang pemuda yang shalih, tampan, pendidikannya baik dan umurnya telah mencukupi untuk menikah. Kedua orangtuanya telah memberikan usulan calon istri padanya, namun semuanya ditolak oleh sang pemuda shalih. Tiap kali ada wanita yang dihadirkan di rumahnya, namun jawabannya selalu sama, “Dia bukanlah orangnya!”

Pemuda itu mengatakan bahwa kriteria yang diinginkannya adalah sosok muslimah yang religius dan taat menjalankan agamanya (shalihah). Kemudian orangtuanya menemukan sosok wanita yang dirasa memenuhi kriteria pemuda itu. Wanita yang dimaksud memang terlihat religius dan juga cantik.

Akhirnya wanita itu dipertemukan dengan pemuda shalih tersebut. Kemudian mereka berbincang-bincang dan pemuda tersebut mempersilakan sang gadis untuk bertanya apa saja pada dirinya. Kemudian, dengan semangat sang gadis banyak bertanya tentang pemuda tersebut. Tak satupun pertanyaan yang tidak dijawab oleh pemuda itu dengan ramah dan sopan, sehingga wanita itu merasa gembira. Namun, setelah cukup lama mengobrol si wanita mulai bosan dan berharap pemuda itu ganti menanyainya.

Lalu, pemuda itu berkata, “Aku hanya akan menanyakan tiga hal padamu,”

Sang Wanita cukup girang, hanya tiga? Okelah, silakan.

“Siapakah yang paling kamu cintai, yang kamu cintai melebihi siapapun yang ada di dunia ini?”

Wanita itu menjawab dengan mantap,”Ibuku,” Ini pertanyaan yang mudah, pikir si gadis.

“Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?”

Wanita itu tersipu malu, dia tidak yakin akan menjawab karena dia belum banyak belajar tentang arti surat-surat dalam Al Qur’an yang dibacanya karena sibuk. Dia berjanji akan memelajarinya nanti.

“Aku telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik dan pintar daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?”

Mendengar pertanyaan ketiga ini, sang wanita meradang dan mengadukan hal itu kepada orangtuanya perihal pertanyaan sang pemuda. Ia mengatakan pada orangtuanya bahwa dia tidak ingin menikahi pemuda itu karena dia telah menghina kecantikan dan kepintarannya.

Kemudian orangtua pemuda itu bertanya mengapa pemuda itu menyinggung perasaan gadis itu dan membuatnya sedemikian marah? Pemuda itu telah menyiapkan jawabannya sendiri.

Pertanyaan pertama, gadis itu mengatakan bahwa yang paling dia cintai adalah ibunya. Orangtuanya bertanya, “Apa yang salah dengan hal itu?” Pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.

Pertanyaan kedua, wanita itu bilang dia sibuk sehingga tidak sempat belajar Al Qur’an. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.

Pertanyaan ketiga, wanita itu marah ketika aku bertanya apa yang membuatnya pantas untuk aku nikahi sedangkan telah banyak wanita yang datang lebih cantik lagi pintar daripada dia. Orangtanya berkata bahwa itu sesuatu yang menyebalkan bagi seorang wanita. Pemuda itu menjawab, “Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan ‘Jangan marah, jangan marah, jangan marah’, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya?

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas adalah dalam sebuah pernikahan hendaknya orang lebih mementingkan ilmu, bukan kecantikan. Beramal, bukan hanya berceramah atau membaca. Mudah memaafkan dan tidak gampang marah. Keshalihan dan ketaatan kepada Allah, bukan hanya nafsu.

Sedangkan memilih pasangan hendaknya adalah orang yang mencintai Allah SWT di atas segalanya yang ada di dunia ini, mencintai Rasulullah Saw di atas manusia yang lain, Memiliki ilmu islam dan mau beramal dengan ilmu tersebut, dapat mengontrol kemarahan, dan mudah diajak musyawarah atau berkomunikasi.

Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Wanita dinikahi karena empat hal, (pertama) karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)

Semoga kisah diatas dapat memberi hikmah dan manfaat bagi kita semua. Aamiin.

Penyambutan Jokowi Ke Lampung !

Angkat Bicara !

BBM Naik, Sakitnya tuh disini #NunjukKantong

Sebentar lagi BBM bakal naik,eh udah ding tepat 00:00 BBM resi naik dan hari ini sudah dengan harga baru. Kebijakan tak populis semacam ini kerap mengundang pro dan kontra. Genderang perang argumen antar pengamat dan pertaruhan keberpihakan pada rakyat sudah dimulai. Adu perspektif dan sudut pandang kajian kian mewarnai lapak-lapak diskusi, tapi hanya kedalaman nuranilah yang akan menentukan arah kebijakan selanjutnya. Dan semuanya, ada di tangan Pemerintahan baru kita, kabinet ‘Kerja, Kerja, & Kerja’-nya Jokowi-Jk.

Kenaikan BBM akan menciptakan titik equilibirium baru dalam pasar, biaya produksi naik, harga penjualan juga naik. Jika tidak diimbangi dengan kemampuan daya beli masyarakat, sudah tentu kebijakan ini semakin mensengsarakan rakyat.

Defisitnya APBN lantaran besarnya subsidi BBM yang dikeluarkan menjadi pemicu upaya pemerintah dalam “menormalisasi” keuangan negara, tercatat Rp 350 Triliun dikeluarkan pemerintah untuk subsidi energi atau sekitar Rp 276 Triliun dikhususkan subsidi BBM. Belum lagi angka pendapatan sektor migas merosot, sementara subsidi energi yang besar, seperti kata pepatah “besar pasak daripada tiang”. Ditambah anggapan ketidak-tepat-sasaranya pengguna BBM subsidi dilapangan menjadi alasan klasik yang tak kunjung ada solusinya.

Jika yang menjadi soal kenapa BBM harus dinaikkan adalah masalah diatas, maka dapat dikatakan bahwa pemerintahan saat ini tidak kreatif dalam menakar solusi. Menaikkan harga BBM sama saja dengan melimpahkan kesalah-urusan negara kepada rakyat, inilah wujud Neoliberalisme perekonomian. Sementara pihak asing sudah mengakar mencengkram sektor hulu hingga hilir perekonomian negara, maka menaikkan harga BBM tidak lain hanyalah bentuk kepatuhan pemerintah pada asing, bentuk ketundukkan terhadap kapitalisme global.

Solusi dengan pengalihan subsidi ke sektor Infrasruktur dan kesejahteraan sosial tidak lain hanyalah bentuk pembenaran terhadap kebijakan yang jelas-jelas akan menimbulkan dampak berkepanjangan ke segala bidang, bak efek domino yang saling berkaitan. Ditengah-tengah turunnya harga minyak dunia dari USD 107 per barel ke USD 80 per barel, justru sebuah anomali jika pemerintah menaikkan harga BBM. Belum lagi dampak inflasi yang ditengarai naiknya harga kebutuhan dan bahan pokok, ini akan memperburuk kondisi perekonomian, daya beli masyarakat menurun, dan inflasi merangkak naik di angka 3,1%.

Kebijakan mencabut subsidi BBM perlu dievaluasi ulang, mengingat dampak beruntun yang akan ditimbulkan dari kebijakan tersebut. Disatu sisi perlu adanya alternatif lain dalam menyikapi masalah krusial ini. Seharusnya pemerintah belajar dari sejarah yang terjadi di pemerintahan yang sudah-sudah, alih-alih meniru kebijakan lama dengan cara lama, mengingat kenaikan harga BBM ini bukanlah hal yang baru dan telah terjadi berkali-kali. Belum adanya pengembangan dan pemanfaatan riset dalam mencari alternatif energi terbaru, perbaikan sarana-prasarana transportasi umum guna memicu beralihnya masyarakat ke angkutan umum, peningkatan penarikan pajak investasi asing, serta usaha untuk menasionalisasi aset yang telah lama menggerogoti kekayaan negara – adalah bentuk pembiaran pemerintah terhadap masalah klasik yang tak kunjung usai. Tak pernah belajar, maunya yang instan – langsung beres.

Pencabutan subsidi BBM adalah tanda tak setianya pemerintah dalam membantu dan meringankan beban rakyat, tak ada tawaran lain untuk sebuah pengkhianatan selain sebuah Perlawanan. Dan, Tak ada perasaan lagi atas sebuah ketidaksetiaan, melainkan: Sakitnya Tuh Disini!.

#KAMMITolakBBMNaik

Tips Kelar Skripsi :)

7 TIPS KELAR SKRIPSI

1. Kuatkan tekad. Sayang kan? Udah 4 tahun lebih kuliah, masa kalah di akhir. Mesti kelar nih!
2. Pasang poto kedua orang tua di dinding depan meja komputer. Coba lihat wajah mereka yang udah berkorban segalanya agar bisa melihatmu jadi seorang sarjana.
3. Gaul dengan teman yang udah selesai skripsi, jangan yang malas ngerjain. Efek dari teman itu sangat berpengaruh.
4. Off sementara kegaiatan yang nggak menunjang lulus. Misalnya 2 bulan cuti dulu kerja, atau serahkan dulu usaha, juga kegiatan lain.
5. Perbanyak literatur dan datang ke perpustakaan. Walaupun malas, paksain aja.
6. Bersabar dan ikhlas menghadapi semua tipe dosen. Ada dosen yang super sibuk, susah ACC, atau perfectionis. Yah, nikmati aja , itu seninya.
7. Yang terpenting, semakin dekat sama Allah. Tahajud, sholat tepat waktu, dan perbanyak sedekah. Tekadkan jadi kebaiasaan.

Semoga Sahabat bisa segera lulus skripsi, sukses berkarir, dan mudah mendapatkan jodoh terbaik. Aamiin

*Boleh di-SHARE

Setia Furqon Kholid
Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses

Mereka sedang menantimu, mengenakan toga dan jubah tanda kamu sudah sarjana. Walaupun mereka tak pernah memintamu untuk segera, tapi dalam diam dan setiap doa mereka selalu terselip namamu, nama anak mereka yang mereka nantikan kelulusannya. Usia mereka semakin tua , tenaga mereka pun tak lagi sekuat dulu, mereka menunggumu mengantikan posisi mereka sebagi tulang punggung dalam keluarga, ingatlah juga adik-adik mu dirumah, perjalanan mereka pun butuh bimbinganmu.

Laksana Surgaku

Boleh gak sih gue galau?..huheheh 😀
Tapi asli gue lagi suka sama lagu ini..kata temen2 Aksi sih gue galau,padahal gue cuma lagi seneng ajah sama lagunya,Asik 😀 bukan berarti meresapi maksd dari lagu nya lho 😀 dan kebetulan cord gitarnya juga gak terlalu susah, tambah dah gue sukanya sambil gitaran di asrama.. 😀

Laksana Surgaku

hari ini kau pergi
meninggalkan diriku
semua begitu saja
terjadi dan takkan kembali
sungguh ku tak berdaya
jika harus tanpamu
menghabiskan waktuku jelajahi dunia

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
segala rasa cinta suci
yang tulus di dalam batinku
tiada yang mampu gantikan
titahmu dihatiku
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

haruskahku berpasrah
hadapi semua ini
mencoba memulainya
kembali dengan harap pasti
namun kadang raguku
mengusik rinai hati
membawa kebimbangan
dengan arah tak pasti

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
segala rasa cinta suci
yang tulus di dalam batinku
tiada yang mampu gantikan
titahmu dihatiku
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

adakah di benakmu
seberkas celah rasa
meskipun semu semata
ringankan kesedihan

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
segala rasa cinta suci
yang tulus di dalam batinku
tiada yang mampu gantikan
titahmu dihatiku
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

dirimu laksana surgaku
tempatku mencurahkan
menyejukkan seluruh jiwa
melebur kedasar sukmaku

Saat Rakyat Kecewa Apa yang terjadi?

1146497_729992343704988_5410105421494851958_n

BILA RAKYAT KECEWA

Tahun 98 itu,
Presiden pergi ke luar negeri
Aktivis dan Rakyat turun berdemonstrasi
Rakyat bergerak turun di jalan-jalan
Bangsa Indonesia MARAH
Rakyat kecewa dan hilang kepercayaan
Presiden dan DPR
Tidak bisa mengatasi krisis dan berbagai problem yang melanda negeri ini
Maka Gerakan Reformasipun , terjadi

Saat ini,
Presiden pergi ke luar negeri
Aktivis dan Rakyat turun berdemonstrasi
Bangsa Indonesia MARAH
Rakyat kecewa dan hilang kepercayaan
Presiden dan DPR menghianati keinginan rakyat
Merampas kedaulatan rakyat mengamputasi demokrasi
Tanda-tanda apakah ini,
Reformasi jilid II hendak terjadi …?

“BUBARKAN DPR”

Pasca disahkannya UU Pilkada Jumat dinihari, sebuah tulisan terpampang di pintu gerbang gedung Dewan Perwakilan rakyat (DPR RI) Jln. Gatot Subroto Jakarta. Tulisan itu berbunyi “DIJUAL OBRAL RUMAH RAKYAT & WAKIL RAKYAT TANPA PERANTARA”. Tulisan ini merupakan sindiran tajam bahkan refleksi dari ketidaksukaan dan kemuakan publik terhadap lembaga itu yang sama sekali tidak mampu menangkap aspirasi dan keinginan rakyat secara sungguh-sungguh, bahkan cenderung mengabaikan dan memanipulasinya secara terang terangan. UU Pilkada yang memberi mandat kepada DPRD untuk menetapkan kepala daerah, baik Gubernur, Bupati atau Walikota, yang dianggap telah merampas hak-hak rakyat dalam menentukan pemimpinnya (Gubernur, Bupati dan Walikota) seperti yang telah berjalan selama 9 tahun terakhir ini.
Lunturnya kepercarcayaan publik terhadap wakil rakyat tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejak lima dekade terakhir rakyat diberbagai negara di dunia mempertanyakan dan menggugat wakil-wakilnya karena fakta yang terjadi, sikap sikap wakil rakyat yang secara gamblang telah “memperdagangkan” mandat yang diberikan rakyat kepadanya untuk kepentingan kelompok dan pribadi, dan menjadikan kekuasaan negara sebagai layaknya komoditi bisnis yang sangat mudah diperjualbelikan sebagaimana layaknya komoditi sehingga menguntungkan pemilik uang. Sementara institusi negara tidak lagi berfungsi seperti amanat konstitusi.
Sistem wakil rakyat dan institusi parlemen (DPR/DPD/DPRD) sudah berumur lebih dari 100 tahun diberbagai negara, merupakan turunan dari konsep trias politika, yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem negara demokrasi/kerajaan, dalam praktek bernegara diberbagai negara mengikuti dua mazhab besar, yaitu yang mengikuti sistem parlemen Inggris, menempatkan kedaulatan tertinggi berada ditangan parlemen (parlementary sovereignity), dan mazhab kedua adalah yang dianut AS menempatkan Mahkamah Agung sebagai pemegang kedaulatan tertinggi (supreme court sovereignity). Ada juga negara yang menggabungkan dua mazhab ini dalam praktek bernegara. Bisa diartikan kedaulatan rakyat melalui wakil rakyat sudah berpindah menjadi kedaulatan parlemen dan kedaulatan Mahkamah Agung, dalam praktek bernegara, sehingga pemilik uang atau korporasi dengan mudah dapat menyelewengkan fungsi lembaga politik hanya untuk berbagai kepentingan.
Coba kita simak Mukadimah UUD 1945 yang berintikan tujuan negara didirikan dan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar bernegara. Sila ke empat menyatakan KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN. Bisa diartikan negara menghendaki agar rakyat menggunakan kedaulatan tertinggi yang dimilikinya untuk bermusyawarah menyelesaikan masalah apapun. Kalau tidak tercapai kesepakatan dapat melakukan jalan lain misalnya voting. Ini juga bisa berarti bahwa rakyat dapat menunjuk wakilnya atau tidak menunjuk wakilnya untuk mengurus kepentingan rakyat
Seorang filosof Cina hampir 3000 tahun lalu mengingatkan semakin banyak aturan dibuat oleh penyelenggara negara, justru kian memiskinkan rakyatnya, karena melalui aturan yang rumit dan berbelit-belit itu dimanfaatkan oleh pejabat negara atau politisi untuk melakukan penyimpangan dan korupsi mencuri kekayaan negara lebih banyak. Sebaliknya semakin sederhana dan transparan aturan serta konsistensi implementasinya dalam sistem pemerintahan justru semakin menguntungkan rakyat.
Faktor-faktor domestik berdasarkan pelajaran dari bangsa-bangsa maju di dunia, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh 4 hal utama yaitu: pertama produktifitas tinggi masyarakatnya (pekerja keras, punya integritas dan cerdas) hasil pendidikan kelas dunia; kedua produktifitas tinggi penyelenggara negara hasil saringan sistem kepartaian, sistem pemilu, sistem tata kelola negara yg terbaik; ketiga dukungan rakyat karena rakyat dilibatkan dalam proses perencanaan awal dan pemerintahan amanah; keempat adalah keberpihakan nasional yaitu memprioritaskan kekayaan ekonomi dan sumber daya nasional untuk membangun kemandirian & daya saing global terlebih dahulu, dilanjutkan dengan strategi global negara. Sayangnya keempat faktor strategis diatas tidak dimiliki oleh Indonesia.
Faktor Globalisasi bahwa imperialisme modern saat ini merupakan perwujudan imperialisme klasik sejak abad 16 untuk terus menguasai sumber-sumber ekonomi negara-negara lemah. Disektor migas misalnya, perang Timur Tengah yang sudah berlangsung puluhan tahun merupakan manifestasi kelanjutan imperialisme modern yang menggunakan senjata baru: globalisasi, liberalisasi, demokratisasi, perdagangan bebas dan HAM dengan pemahaman barat secara sepihak. Bagaimana rakyat membentengi diri dari cengkeraman koruptif partai politik dan imperialisme modern agar fungsi negara tidak diselewengkan ?
Ini hanya sebuah pengantar gagasan awal dan mari kita diskusi. Bila DPR di bubarkan, siapa yang berhak membubarkan DPR ? Bagaimana mekanisme konstitusi rakyat memanfaatkan kedaulatannya secara effektif ? Apakah ada sistem negara alternatif atau konstitusi yang lebih sederhana (Konstitusi Minimalis) dan tidak lagi menggunakan sistem perwakilan ?
Salam

Untukmu…

Apakabarmu sayang, apakabar dengan hati yang sudah kita sepakati…? sepakat untuk memulai dan berteman dengan jarak, sepakat untuk saling mengenal menuju yang lebih baik. Kamu tak perlu sepenuhnya melupakan masalalumu, rapikan saja kenanganmu. Kau yang lebih tahu, sebagian kenangan yang pantas kamu bagi untukku dan sebagian kenangan yang harus kamu simpan sendiri. Bagaimana kamu ingin bersama seseorang menuju masa depan, sedang masalalumu saja masih selalu kau rawat dan tak bisa kau tinggalkan (sepenuhnya). Kadang untuk menceritakan kenangan itu perlu kehati-hatian sebab bisa saja yang kamu ceritakan melukai perasaan seseorang yang kini benar-benar ingin bersamamu.

Sementara aku, telah sepakat dengan diriku sendiri untuk benar-benar melupakan masalalu dan menyimpan rapi kenangan dan semua perihal orang-orang yang dekat denganku. Dengan cara sekadar saja untuk tak lagi menjalin komunikasi dengan mereka. Sekalipun tak ada persaan yang lebih, tapi aku tak ingin mengulang dan menyakiti persaan orang yang kini aku cintai. Aku sudah memulainya denganmu, mencintai dengan proses yang panjang. Jika setelah pertemuan kita esok – kau berubah fikiran untuk tak lagi melanjutkan, mungkin aku bisa saja terima dengan lapang dada. Tapi perlu kau ingat, cinta bukan sekadar unjuk kebolehan. Hakikatnya cinta tumbuh bukan karena sering, bukan karena ingin atau karena fisik belaka. Cinta tumbuh dan hadir dengan kesempatan yang diberikan berulang.

Dan jika pada akhirnya kau bisa terima apapun tentang masa lalumu sendiri maka mulai saat ini kubur dalam-dalam, lupakan dan hentikan untuk tak lagi membuka dan mencoba mengulang kenangan, berjalanlah kedepan, berdirilah disampingku untuk melanjutkan perjalanan yang lebih baik. Begitu juga denganku, segala kekuranganmu, segala kekuranganku bisa menjadi dasar, ada cinta diantara kita. Itu saja yang kuingin darimu. Jika ada sesuatu yang kau ingin dariku, sampaikanlah agar aku bisa juga untuk sefera dan selalu ada disampingmu. Ini mungkin saja bukan cinta, juga mungkin bukan rasa. Tapi apa yang ku-punya hari ini, apa yang aku beri padamu adalah kepingan-kepingan yang ingin kususun bersama denganmu dimasa depan. Aku ingin, semoga kaupun demikian. Terimakasih atas waktu dan kesempatan yang kamu berikan padaku. Kelak kita bisa sama-sama belajar untuk terus belajar disepanjang perjalan kita demi mengabadikan kita.

Finding Husband

Hari ini adalah 9 hari pernikahan gue… hahaha bayangin aja gue yang urakan kayak gini ternyata dapet suami yang macho (bukan mantan cowok ataupun mantan copet). Subhanallah bangetz… Solehnya dan pengertiannya, gak da yang nandingin deh.
Berhubung status gue yang masih mahasiswa tingkat akhir di kota hujan, so….mesti relain dah berpisah sama akang untuk satu minggu. Ya selain gue lagi nyelesein tugas akhir, akang yang seorang jurnalis juga mesti ngejar berita tentang kunjungan Presiden negaraku tercinta Indonesia ke negaranya David Bekam… eh Becham ding! Kita berdua mesti sabar, baruuuu aja nikah dua hari udah kepisah jarak dan waktuuuuu …. yaelah lebai.
Tapi well, akhirnya hari itupun berakhir. Hari ini yayangku pulang dari London. Dan yang paling so sweeeeet… Akang pengertian banget. Tahu gue lagi riweuh dia gak mau gue jemput di Bandara, doi bilang “jemput aja akang di stasiun bogor”. Akang ni sebenernya bukan orang sunda, doi orang Sulawesi, orang Bugis tepatnya. Gue yang orang sunda dengan spontan saat hari pertama kita nikah, dia gue panggil akang. Mulanya dia ketawa karena belum ada yang pernah panggil dia gitu. Tapi apapun akan akang lakukan demi kebahagian gue, istri tercintanya hehehe…
Kita sebelumnya gak pernah kenal dan baru ketemu 5 kali, pertama saat MR gue dan MR nya mempertemukan kami di sebuah mesjid di Kota Bogor, kedua saat dia datang melamar ke rumah, ketiga saat akad nikah, keempat dan kelima yaitu dua hari setelah pernikahan. Hahahaha kocak. Dia usianya emang lebih tua dari gue sih, mmmm…. kalo gak salah 10 tahun. So, gak kaget deh dia suka perhatian.
Tapi lemotnya gue, gue istri yang kagak guna. Selama doi pergi dan gue sibuk sama tugas akhir, gue lupa nyimpen fotonya dia, semua foto pernikahan pun ketinggalan di kampung. Helloooo ni zaman udah modern kaleee, iye tapi gue ubek-ubek Fb dan twitternya doi, tetep aja gue gak nemuin fotonya. Maklum orangnya juga gak narsis, so yang banyak di FB nya hanyalah foto-foto liputannya.
Dengan berbekal memiliki no Hp nya, gue yakin pasti bisa ngenalin wajah teduh suami gue. Bismillah…
Hari ini gue beda dari biasanya, hahaha temen-temen kemaren ngajarin gue dandan, so hari ini gue dandan abis-abisan tapi gak menor juga. Ya…. melaksanakan sunnah Rasul lah kawan. Di angkot, gue udah senyam-senyum serta dag-dig-dug serrr mau ketemu yayang. Tiba-tiba ada sms mampir ke HP….Taraaaa!!! Gue buka inbox ternyata dari akang.
“Yang, aku masih dikereta nih, baru di stasiun Cilebut. Maaf ya kalau kamu udah di stasiun ^^”
Waduh gimana nih, gue lagi kejebak macet sekarang, masih dalam angkot kadal (kampus dalam) pula. Harus cepet-cepet bales sms dan minta maaf nih. And Whaaaaaaaaaaaaaat… Hp gue mati,,,, Ya Karim gue lupa nge-charger Hp semalam. Mampus dah gue…
Satu jam kemudian gue tiba di stasiun, ngos-ngosan karena lari-lari mencari akang, tapi gue bener-bener lupa sama wajah suami gue, terus Hp gue juga mati. Ya Allah…berharap suami gue nyapa duluan gitu atau ngeliat duluan….
Ya Allah gimana nih, gue tengok kanan tengok kiri di stasiun tidak ada tanda-tanda kehidupan akang, hehehe …
Sekitar tiga puluh menit gue di stasiun, dan sampai saat itu pun gue gak nemuin suami gue. Ya iyalah orang lupa. Gue duduk lunglai di kursi stasiun, dan mulai putus asa. Malu rasanya dengan kebegoan gue yang lemot nginget wajah orang, suami sendiri lagi. Kan kalau gue bilang ke orang atau polisi, gue pasti bakal diketawain, masa gitu penganten baru lupa muka pasangannya.
Tepat disamping gue ada seorang cowok yang lagi tidur sambil memegang dua buah teh kotak yang bikin gue ngiler. Hehehe karena gue suka banget minum teh kotak. Ni orang tidur anteng banget, pake headset trus tidur di tengah-tengah keramaian kayak gini. Gue jadi inget diri gue sendiri yang mudah ngantuk juga di tempat mana pun. Sejenak gue liatin… nih orang jangan-jangan si akang, tapi tetep aja ngebleng di otak, gue kucek-kucek mata, tetep aja gak kebayang wajah akang.
Tiba-tiba aja orang samping gue terbangun, dia kaget melihat gue dan tersenyum manis getooo. Gue yang malu karena kepergok lagi ngepoin orang langsung minta maaf.
“maaf, maaf… maaf ya, maaf saya gak sopan. Saya lagi cari orang soalnya, saya kira mas orang yang saya cari….” gue minta maaf dengan membrondong kata maaf sama tuh cowok.
Tuh cowok malah mengernyitkan dahinya, dan langsung tersenyum ramah.
“Iya mbak gapapa. Emang mbak lagi nyari siapa?” Tanyanya, yeee ni orang malah yang ngepoin gue.
“su…eh…. orang yang baru pulang dari London” aduh hampir aja keceplosan, bisa diketawain gue kalau gue lagi nyari suami gue sendiri di stasiun.
“saudara mbak?” dia balik nanya.
“Hehehe, aduh mas susah saya ungkapkan dengan kata-kata” ngelesssss yang pinter biar gak keliatan bloon.
“Oh…”
“Eh nih saya punya teh kotak, mbak mau?” tiba-tiba banget nih orang nawarin teh kotak yang gue sukai, tapi gue inget pesan nyokap katanya kalau di tempat umum jangan gampang nerima makanan atau minuman dari orang yang gak kita kenal, tahu-tahu itu udah dikasih obat bius atau semacamnya, trus gue ntar pingsan dan gue dirampok ma orang itu, atau gue diculik….haaaaah My God jangan dong gue kan belum ketemu akang, masa ntar tragis banget di koran “Seorang Istri Jurnalis, mati mengenaskan di Stasiun” waaaaah gak banget… imajinasi gue yang terlalu ngalir kadang juga lebai. Sebisa mungkin gue tolak dengan halus tanpa menyinggung masnya.
“mmmm makasih mas, saya lagi gak haus. Silahkan buat mas saja” tak lupa tersenyum manis agar masnya gak tersungging eh tersinggung.
“mbak gak coba menghubungi orang yang mbak cari, siapa tahu saja ternyata orang yang mbak cari sudah pulang”
OMG. Iya juga ya, karena akang kelamaan nunggu, akang pulang duluan gitu ke rumah, mungkin aja kan, lagian gue kan gak bisa dihubungi karena Hp lagi mati.
“mbak… mbak….” cowok itu mengibaskan tangannya ke depan muka gue yang lagi bengong.
“Eh iya mas…”
“mbak, sudah coba hubungi belum orang yang mbak cari?” tanyanya lagi padaku
“mmmm…Hp saya mati jadi gak bisa hubungi dia”
Cowok itu membuka ransel, mengambil Hp dan menyodorkannya pada gue. “Nih mbak, saya pinjamkan Hp saya. Mbak hafal nomor Hp orang yang mbak cari gak?
Nomor HP…. Ahaaa!!! Aku ingat nomor Hp akang, maklum karena kurang kerjaan kalau ngelamun, ya ngafalin nomor Hpnya.
“Oh iya, saya hafal nomor Hpnya”
“berapa mbak nomor Hpnya biar saya ketikin”
Ya ampun nih cowok, mau ketikin segala, dipikirnya gue kagak bisa apa ngetik sendiri…
“0812xxxxxxxx”
Dia memberikan Hpnya…
“Nomor yang anda hubungi sedang sibuk” yaaaa sibuk… tambah lemes deh
“Nih mas, terima kasih. Orangnya gak bisa saya hubungi”
Saat melihat Hp ni cowok gue jadi inget sesuatu….
“Oh iya, Hp mas setipe sama Hp saya deh. Mas bawa chargeran Hp gak?” Ngarep banget gue…
“Bawa mbak. Boleh, silahkan mbak pinjam.” Dia kembali mengambil barang dari ranselnya dan memberikan chargeran Hpnya.
Tanpa pikir panjang gue langsung tengok kiri-kanan mencari sumber listrik.
“Mas, saya pinjam bentar ya chargerannya. Mas masih lamakan disini?”
Cowok itu tersenyum dan mengacungkan jempolnya, tanda iya.
Gue langsung lari mencari sumber listrik di stasiun ini, daaaaaaan akhirnya gue dapet colokan sumber listrik di sebuah warung penjual donat alias “Dunkin Donuts”.
Ckckckck, seumur hidup baru ke dunkin donuts Cuma buat nyarjer Hp. Tanpa pikir panjang gue langsung colokin tuh chargeran ke colokan, setelah satu menit gue hidupin Hp.
Waaaaaa…. banyak banget SMS yang membrendel Hp gue dari dua nomor. Nomor akang dan nomor operator yang mengabarkan bahwa gue barusan dihubungi oleh nomor akang. Huhuhu akang maafin istrimu yang dodol ini, pasti akang sekarang juga lagi bingung nyariin….
Segera gue telpon suami gue tercinta.
“Tuuuuuuut…. Asalamualaikum” suara ngebass suami gue terdengar. Haduh gue makin merasa bersalah.
“Walaikumsalam, akaaang……” gue gak bisa meneruskan kata-kata gue karena malu.
“Halo… Ria sayang, kamu dimana dek?”
“akang aku…. aku…. akang dimana??? Maafin aku kang ….” nangis bombai gue karena merasa berdosa membuat suami gue menunggu.
“Dek, kamu kenapa nangis? Akang masih di satsiun nih, nungguin adek”
Haaaaaaah….. OMG ternyata akang masih ada di stasiun. Gue langsung nyari sesosok cowok yang lagi nelpon diluar Dunkin Donuts… aduuuuuh terlalu banyak orang di sini.
“akaaaaang… akang maafin aku, akang dimana? Aku segera jemput akang nih”
“Tut tut tut tut” bunyi Hp dimatikan. Huaaaaaa jangan-jangan akang marah, jadi matiin Hpnya. Gue lemes tak berdaya, dan menutup wajah dengan kedua tangan.
Tiba-tiba sebuah teh kotak disodorkan ke samping gue.
Gue kesel amat nih sama pelayan dunkin donuts, gak tahu apa orang lagi sedih.
“Maaf mbak saya gak pesen teh kotak” jawab gue ketus.
Kok pelayannya diem. Gue menoleh kepada orang yang memberikan gue teh kotak, eh ternyata bukan pelayan tapi cowok yang gue pinjem chargerannya. Mungkin dia mau ambil chargerannya kali ya.
“Eh mas maaf, ini chargerannya mau diambil ya” gue langsung mencabut chargeran dari colokan sumber listrik dan menggulungnya.
“Akang ada di depan kamu sayang….”
Whaaaaaat !!!! ni orang berani banget…. eh tapi tunggu maksudnya apa, gue mengernyitkan dahi bingung dengan apa yang dikatakan cowok pemilik chargeran.
“Maksud lo?” dengan spontan gue nanya. Dia mengernyitkan dahinya.
“Maria Ulfa, ini akang. Pria yang nikahin Ria sembilan hari yang lalu” jawabannya mantap sambil tersenyum.
Gue melongo dan salting, sumpah gue masih gak percaya, apa iya cowok depan gue akang. Parah bangeeeeeeeeeeet.
“Hari ini akang masih maafin kamu karena kamu lupa wajah akang, tapi satu hal yang harus kamu inget….. Insya Allah akang gak akan lupa sama wajah polos istri akang tersayang hehehehe”
Air mata gue berderai tak tertahan… gue bener-bener malu, jadi selama beberapa menit yang lalu gue kelihatan banget begonya depan suami gue sendiri.
“Diminum Teh Kotaknya, waktu akang baca CV kamu, katanya minuman kesukaan kamu teh kotak kan?”
Huaaaaaaaaaa… tambah malu gue, bisa inget apa yang jadi kesukaan gue, sedangkan gue sama wajah suami gue sendiri aja lupa.
“Akang…. aku…” pipiku memerah seketika menahan malu.
“Sebelum pulang kita makan donat dulu ya disini” tangan akang mencubit pipi merahku.
Disadur dari kisah nyata
Herlin Herliansah

Nah! Ini Dia!!

Bila berbicara itu salah lantas apakah diam itu solusi, bila bergerak itu sulit lantas berdiam bukanlah pilihan yang tepat. Menurutku semua masih menurut pemikiran dan perasaanku ya, mungkin tak butuh teori tuk menjelaskan ini dan itu tapi lagi dan lagi ketika bicara tak lagi bermakna ketika sapa tak lagi bernilai lantas hal apakah yang pantas tuk dilakukan. Benci dan cinta itu tipis harapan dan kekecewaan pun tak jauh berbeda bila salah bergantung memang akan berujung pada ketidakbenaran kenyataan dan impian.Mungkin hanya butuh niat yang lebih jernih, mungkin hanya butuh semangat yang tak kan terputus atau mungkin aku yang tengah merasakan jengah dan lelah, entah lah kadang semua tak butuh penjelasan karena tanpa kata pun, semua sudah bisa terbaca terdengar dan terasa.
Periang bukan berarti tak pernah bersedih, tegar bukan berarti tak pernah lemah, dan sabar bukan berarti selalu menahan emosi.

Pilihan, pilihan..Benar, salah, bolehkah, dilarangkah, berdosakah, manfaatkah, atau justru hanya sampah.Cukup, cukup, saatnya berjalan dan berlari sejauh impian dan harapan dan doa yang terlantun.
Tak ingin berhenti sia-sia, terus berjuang menapaki jalan juang yang penuh onak duri tapi ku yakin kan ada kebahagiaan hakiki disana sebagaimana janjiNya yang tak pernah mengingkari janji.

Melucuti Jilbab, Bra dan Celana Dalam

Oleh : Endless Kurnia

Feminis: “Jilbab itu tidak wajib. Yang terpenting: jilbabkan hati dulu!”

Tanggapan:
[1] Memangnya hati bisa dijilbabkan ya?
[2] Wong menjilbabkan kepala saja belum bisa, apalagi menjilbabkan hatinya?
[3] Sejak kapan di agama Islam ada istilah ‘menjilbabkan hati’?
[4] Memangnya hatimu aurat ya? Kok dijilbabkan?

Sebagian feminis dan yang sekonco dengannya berkata, “Jilbab itu tidak wajib. Saya merasa tidak perlu itu. Yang terpenting adalah menjilbabkan hatinya dulu. Banyak kok yang berjilbab tapi hatinya busuk.”

Sebagai orang yang berakal, kita bisa mengakali jawaban atau menjawab berdasar pada akal. Seperti ini: “Anda juga tidak perlu memakai celana. Yang penting mencelanai kemaluan Anda. Dalam hal ini, Anda sudah bagus memakai celana dalam. Saya fikir Anda tidak perlu jalan ke luar rumah memakai rok. Tapi sepertinya bagi Anda memakai celana dalam pun tidak perlu. Banyak kok orang memakai celana dalam tapi busuk hatinya.”

Feminis tersinggung, “Saya masih punya harga diri dan menutup kemaluan saya!”

Tanggap, “Tapi hati Anda sudah dicelana dalamkan ga? Oh ya, Anda kenapa memakai bra? Bagi saya itu tidak penting. Yang penting Anda mem-bra-kan hati Anda. Seharusnya Anda telanjang saja seperti anjing betina. Yang penting ‘hati’ Anda sudah memakai jilbab, bra dan celana dalam. Anda siap telanjang sekarang di depan orang2?”

Feminis menjawab, “Saya sedia! Selama Anda tidak menilai hati saya hanya berdasarkan ketelanjangan saya. Anda tidak tahu hati saya seperti apa. Hanya Tuhan yang tahu hati manusia.”

Jawablah: “Kalau begitu, Anda tidak tahu malu dan tidak konsisten. Anda tadi bilang bahwa Anda masih mau menutupi kemaluan dengan celana. Ternyata sekarang Anda malah jadi tidak tahu malu siap sedia telanjang di sini. Anda tidak konsisten juga ketika Anda mengatakan hanya Tuhan yang tahu hati manusia. Tapi sebelumnya Anda menilai hati banyak jilbaber busuk. Berarti Anda tuhan kah? Kok tahu kebusukan hati mereka?”

Feminis meradang, “Mereka berhati busuk karena tingkah mereka yang busuk. Itu
cerminan!”

Jawab saja : “Oh begitu. Kalau begitu Anda lebih jelek dan busuk dari mereka. Mereka masih mau tutup aurat dan turut perintah Tuhan. Lah Anda? Sedia telanjang dan melanggar perintah Tuhan. Sudah begitu, masih pura-pura berkemaluan pula. Memangnya Anda punya!?”

4 September: Hari Solidaritas Hijab Sedunia
Endless Kurnia,

Tetap Semangat Proses Menuju Toga :)

images

Semester Akhir , subhanallah tak terasa ternyata waktu kian cepat berlalu meninggalkan berjuta kenangan yang kelak pasti kan ku rindukan. Sesuatu yang hilang memang akan terasa berharga kala kita tak membersamainya lagi, tapi tenang lah tidak..tidak..aku masih disini kawan, yaa..Aku masih berpijak diruang kecil 3×4 meter ini. Ruang yang menjadi saksi atas transformasi perubahan diri ini dari jaman jahiliyah menuju pribadi yang lebih baik hingga saat ini. Dan satu hal yang ku yakini, Allah tak pernah salah melukiskan setiap takdir bagi hambaNya adalah anugerah yang sebaik-baiknya lagi seadil-adilnya. Hidayah itu patut dijemput, dipupuk dengan terus belajar dan belajar tentang ketaatan dan bersabar dalam ketaatan yang pastinya penuh dengan godaan baik yang ghoib maupun yang dzohir, so keep your heart and your principe girls..

***

Perjuangan dakwah yang kini telah dimotori oleh motor yang baru, ku harap kalian lebih baik dari kami kudoakan yang terbaik tuk dakwah kita di kampus tercinta ini. Demisioner pun harus tetap aktif dalam ranah dakwah, mungkin bukan disini, tapi dimana pun kita berada selalu lah tancapkan dalam hati agar keberadaan diri selalu membawa kebermanfaatan tuk ummat. Apapun posisinya dan dimanapun tempatnya Nafi’atul lilghoirihi 🙂

Menyusuri semester akhir belajarku di kampus rantau, yaa aku pasti rindukan kalian dari absen A – Z , yaa lebih semangat dalam beribadah, lebih bersemangat dalam belajar dan lebih beruntung sepertinya Alhamdulillah..pertolonganNya memang nyata.Ukhuwah bersama lingkaran cinta, yuk kawan kita buktikan kesolidan kita pada dunia dan lihatlah kelak 5 hingga 10 tahun mendatang karya apakah yang akan kita torehkan?ku harap, kita semua bertahan di Jalan ini hingga kaki menginjak Jannahnya. Biarkan lah takdir membawanya kemana ia mau, namun ingatlah pijakan dan prinsip tak boleh goyah. Tanamlah akarnya hingga pasak bumi, dan pancangkan tunasnya disekitarmu mari kita wujudkan mimpi-mimpi itu kawan.Cakrawala luas telah menantikan kita, dan ladang amal sedang memanggil kita di setiap kesempatan. Yuk, kita berlomba untuk meraih kebaikan terbanyak.Perbanyak pula istighfarnya, mungkin banyak khilaf kita lakukan selama ini, buka hati tuk saling memaafkan dan menerima. Muhasabah setiap akhir malam sebelum tidur dan niatkan kebaikan yang terus meningkat saat kita terbangun.

Kelak aku akan merindukan sosok yang akan Allah kirimkan disampingku,menemani sebagai sahabat,partner,teman diskusi,teman hidup,dan kekasih yang akan membimbingku di jalan-Nya 🙂
Bukan,Bukan sekarang,tapi nanti 🙂 kuserahkan semuanya pada pemilik kehidupan dan kematian.

* Fastabiqul khoirat
* Hidupkan sunnahnya
* Ikhlas ‘alallah
* Sabar dalam ketaatan
* Bersyukur atas semua nikmat dan ujian(saksi, tuk perubahan dan bukti 5 – 10 tahun mendatang)

Beautiful In White Lyrics

pandang kasut-2

Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn’t speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece

So as long as I live I’ll love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now til my very last breath
This day I’ll cherish
You look so beautiful in white
Tonight

What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You’re my every reason
You’re all that I believe in
With all my heart I mean every word

So as long as I live I’ll love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now til my very last breath
This day I’ll cherish
You look so beautiful in white
Tonight

Oooh oh
You look so beautiful in white

So beautiful in white
Tonight

And if a daughter is what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, and when she falls in love, we’ll let her go
I’ll walk her down the aisle
She’ll look so beautiful in white

You look so beautiful in white

So as long as I live I’ll love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now til my very last breath
This day I’ll cherish
You look so beautiful in white
Tonight

You look so beautiful in white
Tonight

Westlife – Beautiful In White

Tak kan Mundur Sebelum Berhasil

Ujian akan membuatmu kian bijak memaknai tiap perjuangan dan masa yang kau lalui. Ketika kita berhasil kita akan tahu bahwa orang lain akan menerima kita, namun ketika kita gagal kita tahu siapa sahabat yang benar-benar tulus bersama kita. Bisa jadi kita merasa begitu dekat atau nyaman dengannya namun justru yang tak terucap dan hanya terselip dalam doalah yang akan tetap tulus menerima mu dalam tiap keadaan.
Ikhlas itu menurutku ilmu tingkat tinggi, perlu belajar seumur hidup untuk bisa paham. Sabar itu ilmu yang sangat mudah diucapkan namun sangat sulit dipraktikkan. Mencoba mengkoreksi kembali setiap memory yang ku tapaki selama 3 tahun terakhir. Semakin tinggi tingkatan, semakin berat pula ujian yang dilalui. Menunggu ketidakpastian, menanti kemudahan dan pertolonganNya disetiap munajat adalah nikmat tersendiri. Namun, apakah salah ketika kita merasa harus menangis dan menumpahkan apa yang menjadi beban agar lebih ringan??

Orang lain tak kan mampu merasakan apa yang kau rasakan, sungguh. Setiap diri hanya mampu memotivasi dan menguatkan sebisanya. Karenanya diri sendirilah yang harus selalu siap dan kokoh dalam iman agar mampu dan kuat menerima semua ketetapanNya dengan hati yang ikhlas dan ridha. Pantang pesimis dan menyerah itulah ciri seorang mu’min. Belajar, belajar, belajar…Semangat, Semangat, Semangat…

Ketika Sebuah Rasa Hadir “Segera menikah atau Bunuh Perasaan”

being-alone

Keindahan malam dan sayup-sayup lantunan surah Ar-Ruum memberi motivasi untuk mengurai, melukis, merangkai, menyatu kata menjadi kalimat tentang perasaan itu hadir. Kita pasti pernah merasakan cinta atau pesona dengan makhluk Allah, terkadang perasaan itu hadir membuat kita bingung, pusing, galau, gelisah, dan bertanya pada diri sendiri.

“Antara nikah atau bunuh perasaan”

Nah ketika perasaan itu hadir apa tindak lanjutnya? Bagaimana sikap kita? Seperti apa respon kita? apakah kita harus membunuh perasaan tersebut? Apakah perasaan tersebut membuat kita tak semangat? Apakah perasaan tersebut menjadi pribadi galau atau gelisah? seperti bahasa D’Masiv “Cinta ini membunuhku”J

Sedangkan cinta adalah fitra yang berlaku atas makhlukNya dan cinta pesan agung Allah pada manusia. DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNya di atas Arsy . Seperti pemilik cinta jelas dalam surah Ar-Ruum: 21

“……….dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Senada dengan ungkap Pak Romisastriowahono dalam blog pribadinya hendaknya ketika perasaan itu hadir ubah definisi dan paradigma perasaan tersebut sertabangkitlah, lanjutkan perdjoeangan.

Selanjutnya ungkapan familier pak Romisastrio wahono dalam buku beliau (dapat apa sich dari Universitas)“Janganlah kalian mengejar cinta. Jadilah legenda yang penuh dengan prestasi dan manfaat untuk orang lain, maka cinta akan silih berganti mengejar kalian. Dan ketika masa itu datang, pilihlah takdir cintamu, kelola cintamu, atur kadarnya, arahkan posisinya, dan kontrol kekuatan cinta sesuai dengan tempatnya”

Jadi perasaan itu tidak perlu kita matikan, tidak perlu kita bunuhkan, tidak perlu kita musnahkan, tidak perlu kita kejar-kejarkan, buru, dan cinta itu perlu kita kelola dalam wadah yang baik dan kesucian nilai.

Namun tidaklah mudah untuk menjaganya dan mengelola perasaan itu seperti membalik telapak tangan apalagi mengelola perasaan pada masa sekarang karena begitu ribuan godaan, rayuan, dan bisikan syetan maupun nafsu untuk menangkapi, merespon atau meletak perasaan di tempat nan salah sehingga salah mengekspresikan perasaan kita.

InsyaAllah banyak cara menuju roma hanya dibutuhkan azzam, tekat, niat, keinginan, dan kesebaran untuk menjaga hati menjadi hati yang perawan. Mari kita alih perasaan kita dan mengelola perasaan dengan berbanyak zikir, mengaji, bermanfaat untuk orang lain dan menyibukkan menjadi pribadi berilmu.

Ketika telah berazzam dan bersungguh-sungguh menjaga perasaan tersebut hanya mencintai Allah maka akan berlaku pula pertolongan Allah untuk memudahkan setiap urusan kita dalam menjaga dan menemu perasaan yang halal.

Jadikan itu sebagai pondasi memotivasi kita untuk senantiasa mengelola cinta menuju arah yang lebih baik dan tauti selalu hati kita dengan Allah Azza wajal’la

Mari kita lantunkan doa pernah dilafazkan SayyidQutb dalam denyut perasaannya”Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada Mu….maka kokohkanlah. Ya Allah ikatkanlah,kekalkanlah cintanya

Semoga kita termasuk hamba Ilah yang mampu menjaga, mengelola, dan menata perasaan hingga waktu Allah pertemukan kita dengan hamba Allah yang pantas untuk kita miliki perasaannya dan mari kita komitmen bangun perasaan kita hingga perasaan kekal hingga surga.

Kalau ia Shalihah, (Lamaranmu) Pasti Diterima

siluet-akhwat-muslimah-jilbab

Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya (HR. Bukhari)

Ketika membuka account blog keroyokan (kompasiana) yang sudah lama ditinggal penghuninya, tiba-tiba terbaca keromantisan pasangan yang baru menyempurnakan dien. Tentu saat membaca artikel tersebut tertawa sendiri bagaimana ilustrasi Allah mempertemukan mereka yang tidak pernah terbayangkan, ternyata pasangan sedang berbahagia berproses menuju keluarga sakinah, mawadah, dan waramah sama-sama anggota kompasiana. Dari banyaknya bacaan yang terangkai, ada satu kata mengelitik jiwa terdalam dan penuh makna begitu dalam untuk direnungi.

Kalimat tersebut langsung dicatat di tablet untuk dirangkai ketika ada waktu luang akan menulis dalam bersepektif wanita, dibagi pada pembaca dan tentu kalimat itu juga akan direnungi penuh cinta maupun makna bagi siapa yang sedang berproses terus menerus untuk menjadi wanita shalihah. Insya Allah.

Akhwat yang menerima laki-laki yang diceritakan di kompasiana tersebut benar-benar wanita shalihah. Karena ia begitu ikhlas menerima laki-laki yang meminta pada orangtuanya. Mungkin, ia bisa mendapat laki-laki yang cakep dan tampan. Cakep dari finansial, cakep dari style. Padahal laki-laki yang datang memiliki kekurangan fisik sedang wanita tersebut dari sisi fisik termasuk cantik, anggun dan shalihah. Tapi begitu ikhlas mengatakan siap menerima sebagai teman hidup. Tanpa mempermasalahkan kondisi laki-laki tersebut. Bahkan laki-laki itu pun yakin bahwa wanita shalihah yang akan mau menerimanya dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. Ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An Nisaa’: 34).

Kemudian, “Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Subhanallah, Allah sudah mempertemukan mereka dengan cinta, keberkahaan dan dilindungi dengan cintaNya. Allahu Akbar, Engkau begitu adil, penyayang, dan meletakkan sesuatu pada tempat yang indah. Semoga kalian berdua bahagia dunia dan akhirat serta sebagai tauladan bagi akhwat lainnya. Keshalihanmu benar teruji dan memberi keniscayaan bagi akhwat lain terutama yang membaca kisah kalian di siang-siang hari. Mereka akan langsung terhentak dan menanya pada jiwa. Mungkinkah ia bisa seperti wanita shalihah itu? Apakah ia sudah shalihah? Jangan-jangan shalihah hanya sebatas ucapan tapi miskin aplikasi? Rabbi, tuntun hati, pikiran dan sikap ini untuk menjadi wanita shalihah.
Ya Allah… Wanita shalihah tersebut begitu ikhlas menerima tanpa banyak mempertimbangkan, tanpa banyak syarat, standar dan yang diperhatikan hanya keimanan. Sungguh cemburu dengan sikap, keikhlasan dan ketawadhu’anmu menerima laki-laki itu. Hanya wanita istimewa, wanita shalihah dan wanita anggun yang menerima laki-laki seperti itu. Allah, sungguh indah skenario pertemuan-Mu pada pasangan itu yang membuat ia terharu dan berzikir pada-Mu. Kekalkan cinta mereka hingga maut memisah, tumbuhkan selalu rasa cinta, saling mengerti dan selalu merindui agar mereka mudah berlayar di bahtera rumah tangga yang Engkau ridhai. Semoga terlahir anak shalih/ah yang meneruskan dakwah penuh tantangan ini dan menghiburkan hati mereka ketika ada gelombang menghampiri.

Bagi kita yang mengakui sebagai wanita shalihah, benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari keimanan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari akhlak yang baik? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dengan sikap yang santun dan bijak? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari kesederhanaan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari amal shalihnya? Atau jangan-jangan, kita menilai atau menerima laki-laki bukan dari faktor tersebut melainkan dari sisi yang lain.
Jika kita mengakui wanita shalihah tapi menilai atau menerima laki-laki lebih menonjolkan sisi ketampanan, kemampanan dan keturunannya, sesungguhnya keshalihan kita perlu dipertanyakan. Semoga yang sedang menanti ditemui dengan seseorang yang pantas menemani dunia akhirat, orang yang bisa menerima kekurangan untuk diperbaiki bersama-sama, orang yang selalu mencintai dengan segala kondisi, dan terus mengajak jiwa mendekati pada-Nya.

Pada akhirnya, wanita shalihah maupun laki-laki shalihah akan bisa menerima kekurangan itu. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (An Nuur: 26). Allah ‘Azza Wajalla berfirman (dalam hadist Qudsi), “Apabila aku menginginkan untuk mengabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang menyenangkannya bila ia mamandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan memilihara harta suaminya bila suami sedang tidak bersamanya. (HR. Ath-Thahawi).

Teruntuk mereka yang (ber)jauh(an)_Azhar Nurn Ala

Kamu pasti takut sendiri. Aku juga. Kemarin, waktu kau bilang kau akan pergi jauh, aku makin takut. Ada semacam perih dalam hati yang membuat mataku dipaksa berair. Pipiku becek. Sayang, air mataku, sederas dan sebanyak apapun ia mengalir, tampaknya tak punya daya menahanmu untuk tetap di sini. Maka detik itu aku pura-pura tersenyum. Detik selanjutnya aku menyadari bahwa tersenyum sama sekali tak melegakan.

Bila kau mengerti. Dalam senyum yang kubuat-buat itu sebenarnya hatiku berdo’a: “Tuhan, tak bisakah Kau lewatkan aku dari cerita tentang keterpisahan ini?”. Belum sempat kudengar jawaban dari-Nya, lantas kususul dengan doa-doa senada: ”Tak bisakah waktu Kau putar lebih cepat sampai ia kembali?”, “Tak bisakah untuk kali ini saja, anugerahi hambamu ini kemampuan untuk memperbudak waktu?”. Entahlah, semoga saja dengan semakin beragam doa yang kuucap, Tuhan semakin ramah sebab punya banyak pilihan untuk dikabulkan.

Menjauh untuk menjaga. Kau tahu, sejujurnya aku benci konsep itu. Terlalu menyedihkan. Seperti perumpamaan klasik tentang matahari yang mencintai bumi dengan jaraknya. Terdengar tegar dan dewasa memang, tapi tetap saja menyedihkan. Aku mulai mengira, barangkali analogi itu cuma pembenaran teoritis atas tragedi ketidakmampuan mencintai—dengan alasan apapun. Atau boleh jadi semacam legitimasi bagi sebuah kerapuhan jiwa.

Apa yang bisa diharapkan, dari sebuah cinta yang bahkan oleh himpitan jarak saja ia jadi tak berdaya?

Apa yang bisa dibanggakan, dari cinta yang dengan segala macam pembenarannya menyerah pada sebuah keterpisahan, pasrah pada ketakberdayaan, sementara seluruh penjuru dunia memuja kedigdayaannya dengan kalimat ‘Amour Vincit Omnia’ ?

Kalau saja matahari, memang mencintai bumi. Dengan abadinya keberjarakan yang ditakdirkan pada mereka, mestinya telah redam bara yang ia punya. Terendam oleh air matanya sendiri. Seperti Qais yang cintanya tak pernah sampai pada Laila, tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menangis. Lalu majnun-lah ia, sebelum akhirnya mati dalam sebuah keterpurukan. Apakah selalu begitu, benturan antara rasa dengan realitas yang beda rupa selalu mencipta luka?

Menjauh untuk menjaga.

Sampai pada baris tulisanku yang kesekian ini, aku masih belum bisa menerima konsep itu. Seperti konsep ‘rela menunggu untuk kebahagiaan’. Lagi-lagi, entahlah. Barangkali karena aku terlalu merindukanmu, hingga bahkan aku tak rela menunggu, terlebih lagi membuatmu menunggu.

Shoot CanonEOS7D #Photgarphy

#CanonEOS7D #photography #GriaPhotgraphy #GriaPhotografiLaila

Bersabarlah…Wahai Jiwa yang Lemah

Bersabarlah...Wahai Jiwa yang Lemah

Lelah..Ingin rasanya diri ini menyudahi semuanya, namun sekali lagi menikmati setiap skenario-Nya adalah momentum tersendiri yang pastinya memerlukan kesabaran dan kesiapan jiwa yang lapang untuk menjalani dan menyambutnya dengan keimanan yang lebih kokoh. Karenanya jika tak diimbangi justru kegersangan jiwa dan menyerahlah yang kan terjadi bila keimanan terus tergerus dan pudar karena ujian. Ujian itu lahan beramal, ujian itu harus dihadapi. Semangat yaa wahai jiwa yang lemah…

Tak perlu banyak mengeluh, mengharapkan orang lain peduli karena hanya dengan usaha sendiri lah semua pengharapan penuh pada-Nya yang akan membuat keyakinan akan janji-Nya benar-benar terjadi. Bergeraklah terus, berproseslah terus karena masalah hasilnya hanya Dia yang bisa menilai.Ukhuwah ini kembali patut dipertanyakan?? Kemanakah kebersamaan yang dulu hadir, mungkin ada salah mungina ku terlena mungkin dan mungkin lagi.Kebaikan tak kan bisa diwariskan, namun yakin bisa ditularkan, hanya itu yang kini bisa dilakukan berusaha tetap menjaganya walau keinginan hati merayu ini dan itu, tapi tetap harus tegar dan bersabar. Semua akan indah jika kita terus mengikuti skenario-Nya dan memegang prinsip yang sudah diatur oleh Nya…Semangat yaa wahai jiwa..Istiqomahlah dalam kebaikan, karena tak ada yang merubah nasibmu melainkan dirimu sendiri dan atas izin serta kuasa-Nya, maka teruslah berharap yang baik dan terbaik dari-Nya.

Sekedar Kalimat Sederhana

Sekedar Kalimat Sederhana

Ragu raga dalam kediaman yang semakin bisu..
Inginnya tak ada hening semenyakitkan ini..
Andai saja kau tak hunuskan belati katamu..
Namun seperti puisi yang telah bernanah..
Aku adalah sakit yang takkan sembuh..

Adakah kau mengerti itu?
Dalamnya lukaku, sempurna menyakiti jiwaku
Zikir di paruh doaku pun tak henti terbata..
Kiranya memohon satu pinta..
Ya Tuhan, cabut rasaku..
Akan nama yang kusebut cinta, dia.

Sapa Sederhana :)

Lama tak bersua di bilik sederhana ini, rasanya rindu tiada tara, namun apalah daya aktivitas di dunia nyata menyita waktu yang sangat banyak hingga tak sempat untuk menggoreskan kata,kalimat dan paragraf di bilik ini… 🙂

“Allahumma fii Rajab wa Sya’baan wa baalighnaa Ramadhaan.”

Ya Allah tolong sampaikan Hajatku
Untuk berpanjangan Nafasku
Hingga pengakhiran

Marhaban ya Ramadhan untuk saudara saudaraku seluruh nusantara 🙂
Mohon dimaafkan atas segala tulisan tulisan di bilik ini yang kurang enak di baca 🙂 sunggu tak ada maksd yang kurang baik,hanya ingin berbagi dan meminta ilmu yang ada, dari saudara saudarku sekalian heheh 🙂

Jika aku punya maka aku akan berbagi tapi jika aku tak punya maka akan baca,belajar dan beburu ilmu dari kalian semua 🙂

Muhasabah Pagi

Muhasabah Pagi

“Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.”
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’).

Orang yang keras hatinya akan susah menerima kebenaran yang Allah turunkan melalui kitab-kitab-Nya dan lisan para rasul-Nya. Hatinya bagaikan batu yang yang tidak ditembus oleh air saat hujan turun.
Allah -Ta’ala- berfirman,

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, Karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”.
(QS. Al-Baqoroh : 74).

Sesungguhnya Hati yang Terkunci itu adalah ketika usia terus bertambah namun kesadaran keimanan bukan bertambah baik namun bertambah buruk…

Yaa Allah jauhkanlah kami dari sifat2 yang dapat membutakan hati kami. Aamiin ya Rabb

Sabrlah Hati #NasihatMalam

Sabrlah Hati #NasihatMalam

Bersabarlah wahai hati…Bukankah indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan??

Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama atau tidakan sesebuah keberanian bertahan dalam diri seseorang itu. Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, nescaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), nescaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.” (QS. 8: 65).

Ada banyak orang berani yang tidak mengakhiri hidup sebagai seorang yang pemberani. Kerana mereka gagal menahan beban yang mendatang. Kesabaran adalah daya tahan psikologi yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami.” (QS. 32 : 24).

Tetapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu masa Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: “Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada ujian pertama.” (Bukhari dan Muslim).

Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada ujian pertama menciptakan kekebalan pada ujian selanjutnya. “Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah,” kata penyair Arab terhebat sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.

Mereka yang memiliki naluri keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cubaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, sehingga akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya,” kata Ibnul Qayyim.

Allah tak pernah janjikan langit selalu biru, jalan hidup tanpa batu, matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, sukses tanpa perjuangan. Tapi Allah janjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, ganjaran buat kesabaran, keteguhan dalam perjuangan.. Bukankah indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan?

Kopi Susu

Kopi Susu

إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَأَوُا الْقُرْآنَ رَسَائِلُ مِنْ رَبِّهِمْ، فَكَانُوْا يَتَدَبَّرُوْنَهَا بِاللَّيْلِ وَيُنْفِذُوْنَهَا فِي النَّهَارِ…

Sesungguhnya orang2 sholih sblm kamu menganggap Al Quran sbg surat2 (cinta) dari Allah,,, maka mereka merenungi dan mengkajinya pada malam hari dan mengamalkan kandungannya pada siang hari.” – Hasan Al Bashri-

“Lemahlah bagi yang ingin lemah,mundurlah bagi yang tidak kuat bertahan,silahkan bagi yang ingin mengalami kefuturan, sekiranya semua sepakat berhenti mengusung kemuliaan ini, aku akan tetap disini bersama Rabbku hingga kemenangan menjadi nyata dan syahid memuliakanku.”
(Sayyid Quthub)
Hidup itu Pilihan, Pemenang atau Pecundang !
‪#‎SemangatMingguPagi‬

Orang yang hebat, adalah orang yang sedang bersedih, namun tetap berusaha membahagiakan orang lain.

Semua bisa bela…

Semua bisa belajar, semua bisa mengejar ketertinggalan. Semua berawal dari mimpi. Dan mimpi harus dipertanggungjawabkan dengan bekerja melebihi batas apa yang orang normal biasa lakukan

Faldo Maldini

Muhasabah Pagi

Muhasabah Pagi

“Kau tak akan pernah tahu rasanya, tiap detik yang aku lihat hanya hitam. Tiap kali membuka mata dari tidur, lagi-lagi hitam. Tiap kali aku memandang, hitam. Begitu setiap menit, setiap detik. Kau tak tahu rasanya, karena kau mampu melihat ribuan warna, jutaan manusia, miliaran benda. Kau mampu melihat itu semua. Sedang aku? hitam. Hanya hitam dengan berhias biasan cahaya.
Namun aku tahu alasannya. Allah telah menutup salah satu pintu masuknya dosa dalam diriku, Allah ambil penglihatanku, Allah membutakanku. Agar aku aman dari dosa yang dilakukan oleh mata.
Maka kau jiwa-jiwa yang bermata, gunakanlah mata sesuai dengan amanahNya. Gunakanlah mata untuk membaca tiap-tiap huruf dalam Al Qur’an, gunakan untuk melihat arah dimana tempat anak yatim piatu dan fakir miskin berada, gunakan untuk ibadah, gunakan untuk mencari ilmu.
Karena mata itu bernyawa, suatu saat ia akan berbicara.”
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman

Bersyukurlah terlahir sempurna karna sejatinya tak pernah ada alsan kita untuk mengeluh, tarlampau banyak nikmat yang Aallah berikan kepada kita.

GRAND LAUNCHING ONE DAY ONE JUZ

GRAND LAUNCHING ONE DAY ONE JUZ

Ada sedikit putus asa H-7 peserta pendaftar baru 22.000an lebih, padahal perpus (Pengurus pusat ODOJ) target 30.000 peserta pendaftar. Syuro demi syuro tiap malam tertentu yang menjadi topik pembahasan adalah peserta Grand Launching, bagimana caranya pendaftar mencapai target 30.000 peserta. sampai sampai 52 Grup dalam HP Foto profilnya merah semua ajakan untuk daftar garand launching, kadang salah chat room dan bahkan HP hang gara gara kebanyakan grup Grup Kominex, Koordinator Admin, Promas, Recovery dan masih banyak lagi

Syukur Alhamdulillah dengan pertolongan Allah, Doa seluruh ODOJers dr penjuru daerah, usaha Pengurus pusat, Doa Pnasehat ODOJ,Doa Duta ODOJ, Usaha Panitia ODOJ, dan seluruh ODOJers dari sabang sampai marauke yang sudah ikhlas memberikan kontribusinya melalui doa,materi,semangat dan waktu. hingga di hari H grand Launching mampu menghadirkan lebih dari 50.000 peserta dari penjuru daerah Maha suci Allah yang telah memudahkan kami semua.

Aku bahagia bisa dipertemukan dengan mereka aku bahagia bisa di persatukan dengan mereka
Ketua Umum ODOJ Pak Ricky Ardinaldi & Istri Bunda Monalisa
Sekertaris Umum Mbak Nurul Ambar sari
Kadept SOP Mbak Fatmawati
Kadept Teknologi & Informasi Pak Fatah Yasin
Kadept Projeck Pak Haidir
Kadept Promas Akh Sigit Kameseno
Kadept Kreatif Inovatif Pak Tohrin
Kadept SDM Pak Abu Naryama
Kadept Koord.Admin Pak andri
Kadiv Koord.Admin Pak Fachrurrozi
Kadiv Qc Akh Arif Hidayat..
Kadept Amal Usaha Mbak Syifa
Kadiv Waiting List Pak Dimas, Mbak Laras,Mbak Dian, Mbak Mia, Teh Icha.
Beserta keluarga besar Koord.Admin yang sabar membimbinga para Admin di Fasil

Dan Masih banyak lagiii..huwaaa rasanyaaa rindu pertemuan Ahad kemarin, meski mereka sering mem bully di ruang panitia 43 karna aku paling mudaa

Ada rindu mengharu biru..
Ada cinta kian merekah..
Berbalut ukhuwah nan indah..
Berpondasi iman dan aqidah..
Berhias itsar dan tadhiyah..
Begitula..
Allah jadikan kita bersaudara..

Inilah yang membuat GL ODOJ sukses terlaksana. Allah menyatukan hati-hati kami, yang membuat kami terus berenergi dan optimis. Pertolongan yang Allah berikan kepada kami berbuah kemenangan sebagai nikmat yang harus di syukuri.
Namun dibalik kemenangan, sikap seorang muslim tidaklah bereforia merasa telah hebat. Allah mengingatkan kita bahwa hendaknya sebuah kemenangan disikapi dengan Fasabbih, bihamdih, wastaghfir. (An-Nashr: 1-3)
Semoga setelah GL ODOJ terlaksana, “virus” ODOJ terus tersebar ke penjuru dunia. sehingga ODOJ benar-benar membudaya dimana saja..kapan saja 🙂

Well, ODOJ Mendapat Penghargaan MURI sebagai Rekor Dunia
Oleh: Udo Yamin Majdi Penuh

“Dengan sangat menyesal, saya tidak memberikan penghargaan rekor Indonesia, melainkan sebagai rekor dunia!” Ujar Jaya Suprana di hadapan lebih dari 50.000 orang yang tergabung dalam komunitas One Day One Juz, lebih dikenal dengan sebutan ODOJ.

Tentu saja, penghargaan dari MURI itu tidak berlebihan, sebab memang membaca Quran secara berjama’ah di Masjid Istiqlal hari ini (Ahad, 4 Mei 2014) adalah yang terbanyak pesertanya. Selain itu, ODOJ adalah satu-satunya komunitas di dunia ini yang diikuti hampir 100.000 orang.

Deklerasi ODOJ, dengan tema “Membumikan Quran, Melangitkan Manusia” ini, menghadirkan dua tokoh: Ustadz Yusuf Manshur dan KH. Nasarudin Umar.

Dalam taushiyah ini, Ustadz Yusuf Mansur menegaskan bahwa Quran ini diturunkan oleh Allah, Dzat yang mengetahui rahasia langit dan bumi. Oleh sebab itu, siapa saja yang ingin tahu tentang rahasia segala sesuatu, maka carilah dalam Quran. Sedangkan KH. Nasarudin, mengingatkan kepada ODOJer, bukan hanya sebatas membacanya saja, melainkan melaksanakan empat sebagai makna dari Iqra, dalam wahyu pertama, surat Al-‘Alaq.

‘Iqra’ pertama, maknanya kita harus membaca ayat-ayat Allah; iqra kedua, kita harus memelajari ayat-ayat Allah; iqra ketiga kita harus memahaminya; dan iqra keempat kita harus menjadikan Quran sebagai sebuah kesadaran dalam melangkah sehingga kita menjadi Quran berjalan!” Pesan Wakil Menteri Agama itu.

Di acara luar biasa ini juga, hadir 6 ambassador ODOJ, diantaranya: Ummi Pipik (isteri Ustadz & & Uje), Oky Setiana Dewi (artis), Ibrahim (ODOJer termuda, berusia 8 tahun dan hafal Quran lima setengah juz), Teuku Wisnu (entertaiment), Amir Faisol (pembina ODOJ), dan Fahmi Salim (MUI Pusat).

Sangat menarik sambutan Fahmi Salim, bahwa ada 3 seruan dari MUI: pertama, mengajak masyarakat untuk bergabung dalam Gerakan Indonesia Cinta Quran yang digulirkan ODOJ; kedua, capre-cawapres harus bisa baca dan peduli pada Quran,
jangan sampai menyepelekannya; dan mengajak masyarakat muslim di Indonesia agar mengikuti arahan Quran dalam menjalani hidup ini.

Tiga isi deklarasi ODOJ, menyerukan kepada anggota ODOJ dan masyarakat: pertama agar berpegang teguh dengan Quran dan as-Sunnah; kedua: menjadikan Quran dan as-Sunnah sebaga pedoman dalam hidup; dan ketiga, menyerukan kepada pemimpin negeri untuk menjadikan Quran dan Sunnah sebagai rujukan dalam bernegara.

GL ODOJ ditengah Terpaan FITNAH

GL ODOJ ditengah Terpaan FITNAH

GL ODOJ ditengah Terpaan FITNAH
———————————————————-

Dalam hitungan hari, gelaran Grand Launching One Day One Juz (GL ODOJ) akan segera diluncurkan Ahad nanti 4 Mei 2014.

Betapa kontrasnya aura dan iklim antara saat saat odoj pertama kali membahana dan menyedot perhatian umat islam Indonesia hingga membludak angka pendaftar untuk bergabung dibandingkan dengan saat odoj akan mengadakan hajatan besarnya.

Mungkin ada beberapa odojer yang telah mendapatkan selentingan informasi atau isu (tepatnya bisa disebut dengan fitnah murahan) yang datangnya bertubi-tubi menghampiri eksistensi odoj bahkan hingga tulisan ini dibuat.

Ada 3 isu/fitnah terbesar yang pernah.dan mungkin beberapa masih digulirkan atau dilancarkan untuk menyerang odoj dari dalam dengan (setidaknya) minimal ada 2 target yang ingin dicapai, yaitu : pertama, untuk menggerus jumlah odojer yang bergabung untuk berkurang jumlahnya, dan kedua, ada upaya untuk mengganjal agar GL ODOJ tidak mencapai jumlah target peserta.

Adapun 3 isu/fitnah tsb adalah :

1. Odoj adalah lembaga underground/subordinat dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera), ini dicoba dengan menunjukan bahwa para membernya kebanyakan dari anggota kader/simpatisan PKS. Padahal banyak odojer yang lintas partai atau bahkan yang tidak berafiliasi dg partai manapun. Untuk isu ini terlalu dini dan mentah untuk dijadikan alasan utama.

2. Odoj itu adalah wahana untuk rencana perekrutan gerakan HT (Hizbut Tahrir). Konon katanya ada gerakan dari pengurus odoj daerah yang mulai intensif untuk melakukan pertemuan dan mencoba untuk menbrain storming bahwa kegiatan odoj lebih utama ketimbang kegiatan lain jika berjalan pada waktu yang bersamaan, entah itu pertemuan sosial, ekonomi, pekerjaan, partai, dsb. Walau belum sampai tahap pembahasan mengenai pembentukan khilafah. Namun kenyataan dilapangan, silatbar (silaturahmi akbar) atau sejenis kopdar tidak pernah melabelkan kata WAJIB untuk dihadiri, dan saya yakin (kemungkinan) tidak ada pembahasan yang menjurus/menyimpang.

3. Isu yang terakhir dan terupdate adalah adanya upaya untuk mendiskritkan acara GL ODOJ dengan mengatakan bahwa salah satu pengisi acaranya adalah orang dari JIL (Jaringan Islam Liberal). Padahal kenyataannya orang yang dituduhkan tersebut menjabat posisi strategis di kementrian agama, mempunyai hubungan yang sangat harmonis dengan berbagai pemuka islam dari segala lapisan organisasi kemasyarakan islam, dan bahkan waktu kesehariannyapun banyak dihabiskan untuk berbagi ilmu/ceramah/tugas diberbagai tempat. Dan yang terpenting, orang tersebut menjadi bagian dari mereka yang menolak keberadaan JIL.

Memang sudah sunnahtullah, bahwa setiap gerakan kebaikan yang terorganisir akan selalu menemukan musuhnya yang juga terorganisir. Tinggal waktu yang akan menentukan, mana diantara kebaikan/kejahatan yang lebih masif pengelolaannya/profesionalisme.

Dan yang terakhir jangan dilupakan, bahwa setiap makar/rencana keburukan akan selalu berhadapan dengan makar Allah SWT, mereka semua boleh merencanakan.dan berhitung. Namun Makar Allah lebih sempurna dan lebih indah untuk dapat dikalahkan.

Wallahu alam bi showab.
Orang yang cerdas dan bersih hatinya dapat melihat dan memilah, mana mutiara yang berusaha disembunyikan dengan tangan2 kotor. Dan mana kotoran yang berusaha dikemas dengan kain sutra yang mahal.

Wahai odojer dimanapun berada, yuuk rapatkan barisan, bulatkan tekad, bersihkan niat, satukan langkah, SUKSESKAN GRAND LAUNCHING ONE DAY ONE JUZ AHAD 4 MEI 2014 @MASJID ISTIQLAL JAKARTA

@Onedayonejuz

Menjaga Lisan

man kaana yu’minu billahi wal yaumil aakhir, fal yaqul khairan au liyasmut

Barang siapa sudah beriman kepada Allah dan ahri akhir, hendaklah berkata yang baik atau setidaknya diam (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dua Rekaat sebelum Fajar

Terdapat banyak hadis yang menunjukkan keutamaan shalat sunah fajar. Diantaranya,

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
”Dua rakaat fajar, lebih baik dari pada dunia seisinya.” (HR. Muslim 725, Nasai 1759, Turmudzi 416, dan yang lainnya).

Kemudian, juga hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيِ الفَجْرِ
Tidak ada shalat sunah yang lebih diperhatikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada dua rakaat fajar. (HR. Bukhari 1169).

Kapan Waktu Pelaksanaannya?

Sebagian orang kebingungan antara shalat fajar dengan shalat qabliyah subuh. Sehingga ada yang melaksanakan dua kali. Shalat fajar dilakukan sebelum adzan subuh, kemudian shalat qabliyah subuh dilakukan setelah adzan subuh.

Dan jelas, ini adalah pemahaman yang tidak benar. Karena shalat fajar adalah shalat qabliyah subuh.

A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

”Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR.Bukhari 1182, Nasai 1758, dan yang lainnya).

Cerita A’isyah ini menunjukkan bahwa shalat sunah yang dimotivasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau rutinkan adalah shalat sunah qabliyah subuh.

Shalat ini dinamakan shalat fajar, karena shalat ini dilaksanakan tepat setelah terbit fajar, sebelum pelaksanaan shalat subuh.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Katakan !

Berhenti Memendam Rasa, Ungkapkanlah Segera !

Jika anda masih pernah memendam rasa pada seseorang di masa lalu yang masih tertahan hingga hari ini, segera saja hentikan omong kosong ini. Memikirkannya dari jauh tidak akan membuatnya mengerti betapa tulusnya perasaan ini. Mendoakannya dari jauh tidak akan pernah membuatnya paham betapa sucinya cinta ini. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengungkapkan 3 buah kata “Aku Ingin Bersamamu”, agar apa yang selama ini diduga-duga dalam hati terjawab sudah.
Jika jawaban yang didapat adalah “Iya”, artinya anda berpeluang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius kedepannya nanti. Jika jawaban yang didapat adalah “Tidak”, artinya anda berkesempatan untuk segera move on dan menemukan the right one yang mungkin selama ini juga mencari anda entah di belahan bumi bagian mana.

Tersesat dalam amanah hingga menggapai mimpi

“Tersesat dalam amanah hingga menggapai mimpi”

Begitulah seloganku dalam goresan sederhana kali ini 😀

Baca sampe Abiissss !!!

Awalnya aku tak menganggap penting konunitas ini karna tanpa komunitas ini pun aku sudah terbiasa dari kecil, kakek,nenek dan kedua orang tua sudah membiasakan pada anak anaknya dalam setor hafalan dan diharuskan tiap malam tilawah Quran.

namun selidik demi selidik aku penasaran,kenapa penasaran??? banyak teman teman yang berbagi cerita gimana asiknya punya saudara baru dari berbagai daerah dan negara. dari aceh,padang,riau,maluku,surabaya,bali,AlAzhar,malaysia,hongkong,bandung,jakarta,lampung,bekasi,bogor,banten dan dari jerman. luarbiasa bukan??? ini yg membuat rasa penasaranku memuncak. memulai berpetualang cari info untuk mendaftar komunitas ini akhirnya aku mendapatkannya dan mulai mendaftarkan diri, berharap pendaftaran masih berlaku dan aku masih punya kesempatan gabung sama mereka.

14 November 2013 Aku daftar di komunitas ini dan aku dipertemukan saudara saudara yang memang berbeda latar belakang,umur,ekonomi,pekerjaan,watak,karakter dan sifat. aku dipertemukan mereka hanya lewat media sosial yang bernama WhatsApp. disitu awal mula aku bergabung di group One Day One Juz 550 dengan berisikan 30 anggota berbagai daerah dan negara. Alhamdulillah meski kenyataanya aku sudah terbiasa dalam tilawah Quran tapi tetap ada yang berbeda. semangat,motivasi dan banyolan banyolan yang terus membuatku tertawa bahagia dalam dekapan ukhuwah ini.

Ceritaku tak berhenti begitu saja. setelah beberapa minggu, aku di amanhkan untuk menjadi mas’ulah group 550 dari hasil vote rasanya tak percaya 90% memilihku untuk menjadi mas’ulah group, aku hanya bisa laporan dalam group, tidak banyak komunikasi dan menghibur,bahkan aku hanya memotivasi bahwa sejatinya kita berkumpul disini hanya karna Allah,bukan karna apa apa.  Admin dalam group mengajak aku untuk merauk pahala yang luarbiasa dahsyat nya.menawarkan aku menjadi admin group. Akhirnya aku naik tingkat,mendapatkan amanah menjadi admin 1997 bahagia tiada tara karna mendapatkan saudara dari berbagai daerah +50 saudara 😀

Hari demi hari pendaftar menggeludak. Jreennggg 😀 akhirnya aku diamanahkan menjadi admin di 12 group wow dahsyat ! sungguh tak percaya dalam waktu satu minggu sudah menghandle 8 group dan genap 10 hari diamanahkan 12 group 😀 antarnya group 1997 | 2102 | 2234 | 2139 | 2292 | 649 | 754 |  1044 | 2224 | 2193 | 550 | 2131 | Dahsyat !!! Puyeeng tiap hari BB bunyi ting tong tiada henti 😀 belum lagi kalau off, ditinggal kuliah sekali buka WhatsApp notif langsung 2500,5000 dan ahirnya BB Inalillahi tak tertolong hanya bertahan 7 bulan tu BB 😀 kalau dihitung hitung 1 group isinya 30 orang dikalikan 12 group jadi 360 saudara dari penjuru daerah dan negara Dahsyat dan Luarbiasa !!!

BB mati total karna banyak kontak baru yg masuk dan banyak group WhatsApp 1 minggu lebih aku resigen dari admin di semua group, karna  HP yang ada WhatsApp nya hanya satu dan dikhawatirkan terlantar jadi aku memutuskan resigen.

Allah memang maha kaya,bahkan tak ada yang menandingi kekayaan-Nya aku diberikan rizki untuk membeli Tab yg memiliki keunggulan lebih dalam menyimpan memory dan yang lainnya. 1 minggu lebih resigen dari dunia WhatsApp sekali buka WhatsApp kembali notif mencapai 11.850 notif yang masuk di semua group heuftt istigfar banyak banyak berharap si Tab baru gak langsung mati karna sekian banyaknya notif masuk 😀 merajut persudaraan kemabli disetiap group yang aku admini dan 1 minggu masuk WhatsApp aku mendapatkan amanah baru menjadi sekertaris umum Fasil Akhwat 14 yang kerjanya merekap beratus ratus laporan group admin,dan merekap data data admin yang masuk fasil 14.

Dakwah makin menggebu makin semangat dan makin Dahsyat mengepakan sayap dalam komunitas One Day One Juz ini, kembali aku terpilih di divisi Promas (Promosi Humas) Yah kerjaannya ngompor ngomporin orang banyak buat gabung ke berpahala ini 😀 , menyusul amanah di divisi Recovery (Dokternya ODOJ) dari pusat yang menangani permasalahan permasalahan yang ada di ODOJ yang biasanya terjadi admin meninggalkan groupnya tanpa komunikasi dengan pihak pusat, anggota dibubarkan karna admin sibuk, anggota terlantar. Beberapa minggu kemudian Inalillahi ternyata aku mendapatkan amanah lagi menjadi Kordinator Admin yang menangani banyak Admin dan banyak group ODOJ di Divisi kordinator admin akhwat 26 dan Divisi kordnator admin akhwat 22.

Pertama aku gabung di one day one juz ini, ada satu mimpi. Mimpi itu adalah aku ingin mengenal pengurus pusat dan penggagas komunitas ini, yang dahsyat luarbiasa hingga mampu menggerakan 90.530 Orang untuk baca Quran 1 hari 1 juz, rasa penasaran siapa sih penggagas ini semua? Siapa orang luarbiasa itu? Dan saya ingin mengenal ketua umum komuitas ini. Alhamdulillah dengan amanah terakhir menjadi Dokter ODOJ (Recovery ODOJ pusat) dan menjadi Kordinator Admin Akhwat Fasil 26 dari pusat, aku bisa mengetahui sejarah komunitas ODOJ dan mengetahui ketua umum nya bahkan akrab hihihi 😀 Namanya Pak Ricky J beliau ini orang dahsyat, setiap ada silaturrahmi odojer di daerah dan kota pasti beliau ada, karna sambutan dan pengenalan sejarah koumintas odoj dari sabang-marauke di singgahi oleh beliau dan saat di kota domisili aku tempati beliaupun ada. Dahsyat bukan?…

Ingin tau kehangatan persaudaraan di komunitas ini?…Yok merapat dan daftarkan, mulai paksakan diri untuk mengimbangi amal duni dan akhirat untuk tabungan kelak melalui komunitas One Day One Juz. Daftarkan laki laki maupun perempuan saudara dekat dan masyarakat sekitar ke WhatsApp 08991579992 pasti mendapatkan konfirmasi cepat 🙂 yok tunggu apalagi?

Dari Profesor-doktor-artis-ustadz-dewan-mentri-dan bahkan masyarakat biasa sudah aku dapatkan persaudaraanya, So,semakin banyak saudara yang dari berbagai profesi insyAllah dalam dekapan ukhuwah atas nama Al Quran kesulitan kita dalam pekerjaan atau kesulitan yang lain bisa dibantu, kita bersama sama membantu saudara kita 😀

Bukan sekedar menjadi artis WhatsApp 😀 tapi jauh dari itu bagaimana power kita untuk mengajak orang lain merauk pahala sebesar besarnya di tengah kesibukan menjadi mahasiswa,pembisnis,pemerintahan,artis,wanita karier dan segala macam kesibukan dunia 🙂 So, kepakalanlah sayapmu dimanapun kamu berada untuk berdakwah !

Salam Semangat tanpa batas !

Salam Dahsyat tanpa Henti  !!

 

 

 

Di Jodohkan

Orang orang tua kita dulu, kebanyakan menikah karena dijodohkan. Kenapa mereka mau saja dijodohkan? Kan kenal juga belum? Cinta apalagi? Jawabannya simpel: karena nilai2 kehidupan yang dianut di jaman tersebut. 

Dulu, orang2 tua kita diajarkan nasehat yang sangat lembut: “Witing tresna jalaran saka kulina.” Artinya (buat yang bukan orang jawa), kita bisa jatuh cinta karena terbiasa bersama. Ketika anak2 ditanamkan nilai seperti ini, maka dia akan tumbuh dengan keyakinan, cinta adalah proses panjang. Saat tiba dewasa, dijodohkan dengan orang lain, mereka mengangguk bersedia, maka genap sudah nilai2 tersebut bertransformasi. Apakah pernikahan itu akan awet? Tergantung seberapa yakin mereka dengan nilai2 kehidupan tersebut. Tanpa keyakinan, maka bubar jalan. Tapi dengan keyakinan tangguh, apapun yang terjadi, pertengkaran, berantem, tidak cinta, sing penting dijalani. Insya Allah, nduk, tole, witing tresna jalaran saka kulina. Dan cinta itu benar2 tumbuh. Lihatlah orang2 tua kita, setelah menikah berpuluh2 tahun, wajah mereka bahkan jadi mirip satu sama lain. Gerak tubuh suami-istri, ekspresi senyum, intonasi suara. Mirip sekali.

Apakah hari ini anak2 kita bersedia dijodohkan? Lagi2 tergantung nilai2 kehidupan yang kita berikan kepada mereka hari ini. Tulisan ini tidak akan membahas mana yang lebih baik, mana yang lebih unggul. Apalagi menjelek2an satu cara, sementara memuji2 cara lain.

Mungkin, anak2 hari ini lebih percaya atas cinta yang dicari sendiri. Berkenalan dengan jodohnya sendiri, melewati fase2 saling mengetahui, baru menikah. Itu pilihan jaman. Dan setiap jaman memilih caranya sendiri.

Hanya saja, ada satu catatan ajaib yang perlu diketahui: seberapa yakin kita dengan cara, nilai2 kehidupan tersebut. Karena itulah kata kunci dari semua urusan. Tanpa keyakinan, cinta hanya soal suka dan tidak, adik2 sekalin. Dan sama persis seperti urusan suka dan tidak suka makan bakso, kita besok lusa bisa bosan, bisa malas, bisa ilfil. Pernikahan lebih panjang dibanding urusan makan bakso. Kita tidak bisa istirahat, minta cuti, atau break menikah. Tidak ada juga time out, apalagi gencatan senjata. 

Orang tua dulu juga sering menasehati: “Anak2ku, cinta itu buta. Maka pernikahan akan membuat kita melek. Melihat semuanya.” Akan ada yang setelah menikah, bisa melihat semakin indahnya cinta tersebut. Juga ada yang setelah menikah, bisa melihat ternyata cinta tak semanis kata2 gombal saja.

Mana yang lebih awet antara dijodohkan, pakai pacaran, pakai kenalan, pakai ini, itu, dan sebagainya? Tidak ada jawaban pastinya. Karena semua itu tidak ada korelasinya dengan awet atau tidak. Yang ada: rambu2 agama tidak bisa diterabas begitu saja. Tidak bisa diganggu-gugat.

Semoga kalian memiliki pemahaman terbaik soal jodoh, menikah ini. Ingat baik2, itu semua adalah kehidupan kita, kitalah yang akan menjalaninya. Bahagia, tidak bahagia, kita yang akan menjalaninya. Apakah kita mau seperti orang tua kita, menikah 40 tahun, 50 tahun, dan wajah mereka cerah satu sama lain, amboi terlihat mirip, dua sahabat sejati.

Khutbah nikah darir putri ust. H Tate Qomaruddin

Khutbah nikah darir putri ust. H Tate Qomaruddin

Oleh Ust. HM. Anis Matta

Sabtu, 18 Mei 2013

Semoga dapat diambil manfaatnya untuk yang sudah, maupun belum

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban.

Ini bukan cuma tentang 2 manusia yg saling mencinta lalu mengucap akad. Tetapi bahkan ini merupakan peristiwa peradaban yg mengubah demografi manusia

Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif

‘Sakinah’ bukan cuma ‘tenang’. Ia berasal dari kata ‘sakan’ yang artinya ‘diam/tetap/stabil’. Maka ia menjadikan tenang karena stabil, bukan tenang yang melalaikan

Sakinah adalah perasaan tenang yang lahir dari kemantapan hati. Manusia menjadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif

Al Quran menjelaskan: ‘Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya’. Air (mani) merupakan: sumber (simbol) stabilitas (psikis saat diatur volumenya dalam tubuh) dan produktifitas (kualitas semangat & kuantitas keturunan)

Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari dari manapun. Learning by doing. Islam mengarahkan menikah muda agar rasa penasaran itu cepat terjawab.

Agar setelah ‘rasa penasaran’ itu terjawab, perhatian seseorang bisa lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas.

Tidak perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun lahir setelah melewati gelombang-gelombang samudera

Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta. Yaitu cinta sebagai dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai

Hubungan yang terbina dari sini bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritual-rasional. Karna keluarga ini adalah basis sosial terkecil untuk membangun peradaban

Koalisi

Tema ini merupakan isu sentral dalam banyak pembicaraan publik selepas pemilu legislatif 9 April yang lalu. Berkaitan dengan pembicaraan tentang koalisi ini, menurut saya, hal ini tidak boleh dibiarkan hanya menjadi kepentingan elite. Koalisi harus ditempatkan pada wacana publik dan untuk kepentingan publik.

Artinya, dalam konteks ini, publik harus mencermati dan menilai bagaimana para elite itu bermanuver dalam pembentukan koalisi politik mereka, yang dilakukan untuk menentukan pasangan kandidat pemimpin tertinggi eksekutif di negara ini. Kalangan masyarakat madani perlu mengawal agar tujuan pembentukan koalisi tetap dalam lingkup public interest, bukan elite interest. Saya kira penting bagi media cetak ataupun elektronik, para aktivis media sosial, intelektual, mahasiswa, dan para pengamat untuk bersikap kritis terhadap pembentukan koalisi dari sejumlah kekuatan politik. Diduga kuat mereka akan tampil dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Jadi, yang perlu dipertanyakan, apakah hal itu berorientasi publik atau tidak?

Isu utama koalisi tidak boleh dibiarkan berkisar tentang siapa yang harus dipasangkan dengan calon presiden tertentu. Tidak pula boleh dibiarkan hal ini hanya berbicara tentang partai apa bergabung kepada partai apa, lalu, berapa poros yang akan hadir dalam konstestasi calon wakil presiden dan calon presiden 9 Juli nanti. Sebab, ketika hanya berbicara masalah itu, tidak akan ada titik temunya dengan kepentingan publik.

Kita harus mengupayakan bahwa koalisi yang terbentuk akan memberi ekspektasi positif tentang Indonesia selama 2014-2019. Sebagai contoh, apa kontribusi koalisi yang terbentuk terhadap masalah kesejahteraan rakyat, khususnya dalam aspek kesenjangan ekonomi yang semakin meningkat dan penurunan angka kemiskinan yang subtansial? Perlu disadari, garis kemiskinan yang kita pakai sebagai dasar perhitungan angka kemiskinan tidak mencerminkan kesepakatan pandangan dunia tentang kemiskinan yang sesungguhnya.

Garis kemiskinan yang disepakati oleh dunia internasional adalah penghasilan US$ 2 per hari per kapita, sedangkan kita menggunakan angka sekitar US$ 1 per hari per kapita. Parameter internasional harusnya berani ditetapkan sebagai garis kemiskinan nasional guna menentukan angka kemiskinan. Dengan demikian, penurunan angka kemiskinan yang terjadi benar-benar keberhasilan subtansial yang diakui dunia, bukan keberhasilan yang bersifat pencitraan. Pemerintah selama ini bias pada pertumbuhan ekonomi dan abai terhadap masalah keadilan ekonomi.

Kita memang telah termasuk dalam kelompok negara dengan pendapatan menengah-atas dengan pendapatan per kapita sebesar US$ 3.542,9. Tapi hal itu menjadi tidak bermakna ketika kita memahami bahwa yang menikmati kue pembangunan Indonesia itu sebenarnya tidak proporsional. Ada 10 persen penduduk, jika merujuk pada Indikator Pembangunan Dunia dari Bank Dunia pada 2013, yang memiliki 65,4 persen dari aset total nasional. Dalam hal ini, Indonesia berada di peringkat 17 negara yang kesenjangan ekonominya paling tinggi dari 150 negara yang disurvei.

Tidak mengherankan jika kemudian angka indeks Gini juga semakin melebar dari 0,329 pada 2002 menjadi 0,413 pada 2011, apalagi kalau dibandingkan pada era Orde Baru yang sebesar 0,3. Hal itu menunjukkan kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan miskin di era Reformasi ini semakin melebar.

Ketimpangan (kesenjangan) ekonomi, ditambah dengan semakin sulitnya akses rakyat miskin terhadap pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan, adalah bahaya laten yang bukan saja bisa menimbulkan goncangan sosial. Seperti yang dikemukakan Stiglitz, dalam bukunya, The Price of Inequality (2012), hal ini menjadi sesuatu yang bisa menghancurkan demokrasi itu sendiri. Pemerintah di masa mendatang harus berani mengambil sikap politik yang impelementatif dalam mengatasi masalah kesenjangan ekonomi yang semakin melebar dan menurunkan angka kemiskinan yang subtansial.

Untuk itu, DPR dan pemerintah periode 2014–2019 (hasil koalisi yang terbentuk) harus berani menjadikan angka penurunan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi menjadi paremeter penting pembangunan, yakni dengan cara memasukkan parameter-parameter tersebut menjadi asumsi dasar dan target penting dalam APBN. Belum ada satu pemerintah pun pada era Reformasi ini yang berani menjadikan penurunan kesenjangan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan signifikan sebagai kemauan politik (political will) dalam APBN yang mereka susun.

Masyarakat madani perlu mengedukasi para pemilih untuk memaksa para politikus yang bermanuver tentang koalisi calon presiden agar tidak sekadar berbicara tentang siapa mendukung siapa dan mendapat apa, tapi bagaimana koalisi itu memberi ekspektasi tentang Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. Bahkan, sebaliknya, kekuatan-kekuatan politik yang hanya mempertontonkan koalisi yang sarat dengan kepentingan elite layak dihukum. Caranya adalah dengan tidak memilih kekuatan koalisi tersebut dalam pemilihan presiden nanti

Diam yang Terbaik untukku :)

Diam yang Terbaik untukku :)

Jika engkau mencintainya, cintailah ia dengan cara menghargai, dan membuatnya merasa terhormat. Melamarnya adalah bentuk pernyataan cinta yang membuatnya merasa mulia.

Jika engkau belum mampu, maka lebih baik diam. Karena pernyataan cintamu yang belum tepat waktunya itu, tidak penting.. Tidak penting untuknya, tidak penting untukmu, juga tidak penting untuk masa depan kalian berdua. Karena diammu adalah penawar. Penawar hati yang makin tak karuan. Penawar rindu yang belum saatnya. Karena diammu adalah sedekah. Sedekah bagi hati yang sangat sulit tuk dikendalikan.

Diam. Adalah ekpresi cinta terbaik bagi kita. Diam dalam perkataan. Diam dalam tindakan. Bahkan diam dalam segala hal yang berhubungan dengannya.

Di sisi lain, seperti kisah cinta Sayyidah Fathimah, ternyata (juga) telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Sayyidah Fathimah berkata kepada Sayyidina Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya.”
Sayyidah Fathimah melanjutkan, “Pemuda itu adalah dirimu.” Subhanallah.

(Dakwatuna)

Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. sampai pikiranmu,sampai perhatianmu, berjalan, duduk dan tidurmu. bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. tentang ummat yang kau cintai

Semoga letih yang kita rasakan menjadi pemudah langkah kita menuju Jannah-Nya.

 

Selamat pagi keluarga blgger nusantara !

Salam Semangat tiada Batas !!

Kamis Romantis dengan senyum semangat !!! 😀

Keluarga One Day One Juz :)

Muncul Kembali :D

Huuuffftttttt entah berapa bulan saya resign untuk menulis di bilik sederhana ini karna kesibukan di dunia nyata hingga tak sempat menggoreskan sedikit yang ada di dalam otak.

Huwaaaaa 2014 memang Dahsyat !

Begitu banyak cobaan, banyak air mata, banyak kebahagiaan, banyak ujian, banyak semangat, banyak rizki dan banyak saudara dari penjuru nusantara. Kalau saya ceritakan satu persatu goresan luarbiasa di januari sampai bulan ini mungkin tak cukup untuk meluapkannya terlampau penuh dan terlampau Dahsyat 😀

Malam ini belum bisa berkisah, hanya sekedar Menyapa suadara saudaraku yang blogger nusantara…

Semoga saudara saudaraku yang di blogger nusantara sehat selalu dan rizkinya di lancarkan J Amiinnn salam rindu dan salam semangat dari saya saudaraku 🙂